Shanghai, Bharata Online - Menurut para pengamat internasional, kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, ke Amerika Serikat dapat meningkatkan rasa saling percaya antarnegara dan memperluas titik temu kepentingan mereka, sehingga memberikan manfaat bagi kedua negara maupun dunia.
Kunjungan kenegaraan Xi ini dilakukan hanya beberapa bulan setelah kunjungan Presiden AS, Donald Trump, ke Tiongkok pada bulan Mei 2026 lalu.
Sean Stein, Presiden Dewan Bisnis AS-Tiongkok (U.S.-China Business Council), mengatakan bahwa ia berharap kunjungan tersebut akan membuahkan hasil positif dan memberikan dorongan bagi kelancaran hubungan bilateral.
"Kami mengharapkan komitmen nyata dari kedua belah pihak terhadap stabilitas strategis. Kami mengharapkan kemajuan lebih lanjut dalam mengubah nada hubungan ini. Jadi, jika Anda bertanya kepada komunitas bisnis, apa yang kami inginkan? Jawabannya adalah stabilitas. Kami menginginkan kepercayaan dan komunikasi yang lebih baik antara kedua belah pihak," ujarnya.
Gyula Thurmer, Presiden Partai Pekerja Hungaria, mengatakan bahwa pertemuan antara kedua kepala negara tersebut akan menjadi kesempatan untuk membangun jembatan kerja sama yang lebih kuat serta bersama-sama mendorong pembangunan dan kemakmuran dunia.
"Faktanya, kunjungan Presiden Xi ke Amerika Serikat menunjukkan adanya kerja sama yang tidak hanya bersifat politis, tetapi juga praktis, yang didasarkan pada ikatan ekonomi dan kepentingan bersama. Tahun 2026 menandai momen krusial dalam sejarah hubungan Tiongkok-AS, dengan Presiden AS telah mengunjungi Tiongkok dan Presiden Xi Jinping akan mengunjungi Amerika Serikat. Hal ini menentukan arah perkembangan hubungan bilateral. Konsensus untuk membangun hubungan Tiongkok-AS yang konstruktif dan stabil secara strategis menguraikan visi dunia serta menunjukkan arah perkembangan hubungan masa depan antara kedua negara besar tersebut. Tujuan utamanya adalah memastikan perkembangan hubungan Tiongkok-AS yang damai, sehingga berkontribusi pada pembangunan global," katanya.
"Di era perubahan besar dalam lanskap global, kita menyaksikan transformasi dunia menuju pola yang lebih multipolar. Saya yakin hal ini akan memandu Amerika Serikat untuk memperjelas perannya dalam dunia multipolar, di mana Tiongkok merupakan pihak yang tak tergantikan serta memainkan peran penting dan konstruktif," ujar David Castrillon Kerrigan, Profesor Hubungan Internasional di Universitas Externado, Kolombia.
"Keberhasilan besar Presiden Xi dalam meningkatkan hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat. Ini adalah hubungan yang sangat penting," kata Errol Clark, Anggota Dewan New Zealand Trade and Enterprise.