Bangkok, Bharata Online - Aparat penegak hukum dari Tiongkok, Myanmar, dan Thailand telah melakukan operasi penindakan bersama secara berkelanjutan terhadap kejahatan transnasional, yang memfasilitasi ekstradisi She Zhijiang, seorang pelaku kejahatan perjudian daring lintas batas dan penipuan, kembali ke Tiongkok.

Sejak September 2017, She menggunakan propertinya di Myanmar sebagai basis untuk memikat warga negara Tiongkok agar terlibat dalam perjudian daring melalui lebih dari 200 platform internet yang dikelola oleh komplotannya. Menurut Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, total 330.000 orang di Tiongkok terlibat dalam kegiatan perjudian ilegal tersebut, dengan nilai uang yang terlibat melebihi 2,7 miliar yuan (sekitar 7,22 triliun rupiah).

Kementerian tersebut mengungkapkan bahwa penyelidikan yang dilakukan kepolisian Tiongkok juga menemukan bahwa She telah menampung 248 kelompok penipuan telekomunikasi untuk menjalankan skema penipuan yang menargetkan warga negara Tiongkok, yang mengakibatkan kerugian sangat besar.

Karena She sempat melarikan diri dan berada di luar negeri, kepolisian Tiongkok mengajukan permohonan kepada Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) untuk menerbitkan Red Notice guna melakukan pencarian global. Polisi Thailand menangkap She di Bangkok, ibu kota Thailand, pada Agustus 2022. Penangkapannya kemudian diikuti dengan proses ekstradisi.

Pada Mei 2023, Pengadilan Pidana Bangkok menjatuhkan putusan tingkat pertama yang menyetujui ekstradisi She kembali ke Tiongkok. Namun, ia mengajukan banding dalam upaya menghindari persidangan setelah kembali ke Tiongkok.

Mengingat satu rangkaian bukti saja tidak cukup untuk memfasilitasi proses ekstradisi, otoritas terkait dari Tiongkok, Myanmar, dan Thailand saling bertukar informasi intelijen dan bukti untuk memperlancar proses tersebut.

Pada 3 Maret 2025, sebuah pertemuan koordinasi tingkat menteri mengenai pemberantasan bersama kejahatan telekomunikasi transnasional dan penipuan daring yang melibatkan Tiongkok, Myanmar, dan Thailand diselenggarakan di Bangkok. Ketiga pihak mencapai kesepakatan awal mengenai isu-isu utama seperti pertukaran intelijen, penanganan kasus bersama, dan pemindahan tersangka.

Pertemuan tingkat menteri kedua dari ketiga negara tersebut, yang diadakan pada bulan Juli tahun yang sama, secara jelas menetapkan Myawaddy (Myanmar) dan wilayah-wilayah lain sebagai target utama operasi penindakan bersama. Akibatnya, total 5.400 tersangka yang terlibat dalam penipuan telah dipulangkan ke Tiongkok secara bertahap dari Myawaddy.

Setelah melalui beberapa tahap persidangan, pengadilan di Thailand mengeluarkan putusan akhir pada 10 November 2025 yang menolak permohonan banding She dan menguatkan putusan tingkat pertama.

She akhirnya diekstradisi dari Thailand kembali ke Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu di Tiongkok Timur, pada 12 November 2025.

Seorang pejabat senior kepolisian mengatakan kepada media bahwa keberhasilan ekstradisi She menunjukkan tekad kuat aparat keamanan publik dalam menindak tegas tindak kejahatan.