Chelyabinsk, Bharata Online - Latihan militer strategis 'Center-2026' resmi berakhir di Chelyabinsk, Rusia bagian barat-tengah, pada hari Jumat (2/10). Pasukan Tiongkok yang berpartisipasi menyatakan bahwa mereka telah mengasah kemampuan tempur mereka dalam latihan gabungan multinasional tersebut.

Menurut situs web resmi Presiden Rusia, latihan ini melibatkan lebih dari 47.000 personel yang menjalankan misi di 11 lokasi latihan serta di Laut Kaspia, dan diselenggarakan dalam koordinasi dengan latihan Interaction-2026 milik Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif atau Collective Security Treaty Organization (CSTO).

Delapan negara, yaitu Rusia, Tiongkok, Belarus, Pakistan, Kazakhstan, Kirgistan, Mongolia, dan Tajikistan, mengirimkan kontingen militer untuk berpartisipasi dalam latihan strategis yang dimulai pada 28 September 2026.

Tim Tiongkok terdiri dari personel yang dipilih dari markas Komando Teater Pusat, Grup Angkatan Darat ke-82 dari kekuatan darat Komando Teater Pusat, serta sebuah brigade gabungan (brigade sintetis) yang berada di bawah komando tersebut.

Selama latihan ini, pasukan yang berpartisipasi membentuk kelompok operasional gabungan untuk melaksanakan operasi darat-udara terpadu dalam skenario latihan yang sama.

Hal ini sepenuhnya menunjukkan kemahiran militer yang luar biasa dan semangat juang yang gigih dari para perwira serta prajurit yang terlibat, sekaligus kemampuan berbagai negara peserta dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Selama beberapa hari terakhir, pasukan dari kedelapan negara tersebut secara bertahap menyelesaikan latihan adaptif yang mencakup proyeksi kekuatan jarak jauh, perencanaan operasional gabungan, dan latihan penembakan dengan peluru tajam (live-fire).

Sebelumnya pada hari Jumat (2/10), latihan memasuki tahap akhir: latihan gabungan penembakan peluru tajam berskala penuh yang melibatkan seluruh elemen kekuatan darat dan udara.

Saat latihan resmi dimulai, daya tembak udara dan darat melancarkan serangan jarak jauh terhadap "musuh" terlebih dahulu, sementara kawanan pesawat nirawak (drone) segera mengudara untuk melakukan beberapa gelombang pengintaian udara jarak dekat terhadap posisi depan "musuh", guna memberikan informasi target yang akurat kepada unit tempur darat.

Selanjutnya, serangan gelombang kedua dilancarkan terhadap "musuh" oleh drone taktis, helikopter bersenjata, dan kendaraan darat nirawak, di antara aset-aset lainnya.

Pada saat yang sama, unit zeni membuka beberapa koridor di sepanjang garis depan, menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi eselon ofensif berikutnya. Di bawah perlindungan tembakan udara dan darat, unit-unit manuver cepat dan unit tempur lapis baja membentuk beberapa eselon ofensif darat, dengan menerapkan strategi pergerakan kelompok-kelompok kecil di berbagai lini untuk melancarkan gelombang serangan tembakan terhadap posisi pertahanan musuh.

Para perwira dari pasukan Tiongkok yang berpartisipasi menyatakan bahwa latihan tersebut membantu meningkatkan kemampuan tempur pasukan di tengah lingkungan medan perang yang kompleks dan terus berkembang.

"Aspek paling menonjol dari keseluruhan operasi ini adalah penggunaan sistem nirawak secara ekstensif, yang membuat situasi medan perang menjadi lebih kompleks dan menuntut kami untuk menerapkan berbagai taktik serta metode tempur baru secara fleksibel. Pasukan kami mendapatkan pelatihan yang substansial dan bersifat praktis dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut," ujar Zhou Zexin, seorang perwira dari pasukan Tiongkok yang mengikuti latihan itu.

"Dari segi komposisi kekuatan, kami mencakup berbagai kemampuan, termasuk pengintaian dan intelijen, komando gabungan, serangan daya tembak, dukungan informasi, serta dukungan logistik. Selama latihan berlangsung, kami melakukan pertukaran mendalam dengan berbagai pasukan asing, berpegang pada pelatihan yang berorientasi pada pertempuran nyata, serta menguji dan meningkatkan kemampuan pasukan kami dalam melaksanakan misi tempur berdasarkan skenario paling khas dan kondisi lingkungan yang paling kompleks," kata Yue Yubao, perwira lainnya dari pasukan Tiongkok yang berpartisipasi.