Beijing, Bharata Online - Kementerian Pendidikan Tiongkok pada hari Rabu (23/9) menyatakan akan memperluas penerimaan mahasiswa sarjana di universitas-universitas unggulannya dengan cara yang selaras dengan kebutuhan strategis nasional serta meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam konferensi pers di Beijing, Guo Peng, Direktur Departemen Perencanaan Pembangunan Kementerian Pendidikan Tiongkok, memberikan penjelasan kepada media mengenai perluasan penerimaan mahasiswa tersebut.
Ia mengatakan bahwa universitas-universitas yang tercakup dalam "Double First-Class Initiative" Tiongkok akan menambah kuota penerimaan mahasiswa sarjana sebanyak 76.000 kursi pada periode tahun 2027 hingga 2030.
Inisiatif tersebut memberikan dukungan kepada kelompok universitas dan disiplin ilmu tertentu dengan tujuan mencapai status kelas dunia.
"Perluasan penerimaan mahasiswa sarjana ini bukan sekadar peningkatan secara kuantitatif, melainkan kemajuan yang mencakup optimalisasi struktural dan peningkatan kualitas secara bersamaan. Di satu sisi, kami akan mengoptimalkan dan menyesuaikan disiplin ilmu agar selaras dengan kebutuhan strategis nasional, memperkuat keselarasan antara penawaran dan permintaan, serta berfokus mendukung teknologi mutakhir dan bidang lintas disiplin yang sedang berkembang, seperti kecerdasan buatan, sirkuit terpadu, biomedis, dan energi baru, guna mencetak lebih banyak talenta strategis dan tenaga profesional yang sangat dibutuhkan negara," ujar Guo.
"Di sisi lain, kami akan memanfaatkan sepenuhnya berbagai kebijakan, seperti investasi anggaran pusat dan obligasi pemerintah khusus berjangka sangat panjang, untuk mendukung pembangunan kampus baru di universitas-universitas dalam naungan inisiatif 'Double First-Class', memperbaiki fasilitas dasar seperti asrama, kantin, sarana olahraga, dan laboratorium, serta memberikan jaminan yang kuat bagi pengembangan universitas yang berkualitas tinggi maupun kualitas belajar dan kehidupan para mahasiswa," tambahnya.