Abyei, Bharata Online - Pasukan reaksi cepat (quick reaction force/QRF) penjaga perdamaian Tiongkok ketiga yang dikerahkan ke wilayah Abyei, kawasan perbatasan yang dipersengketakan antara Sudan dan Sudan Selatan, telah lulus penilaian kemampuan militer PBB yang komprehensif dengan nilai tinggi. Ini merupakan evaluasi pertama terhadap QRF Tiongkok yang dilakukan oleh Pasukan Keamanan Sementara PBB untuk Abyei atau United Nations Interim Security Force for Abyei (UNISFA).

Penilaian tersebut mencakup lebih dari 120 butir pemeriksaan di 11 bidang, termasuk pelatihan kesiapan tempur, personel dan administrasi, koordinasi sipil-militer, serta dukungan logistik.

Selama evaluasi, anggota tim penilai meninjau operasi unit, mendengarkan pemaparan dari berbagai departemen, dan memeriksa dokumentasi terkait. Tim PBB kemudian memilih empat skenario secara acak untuk latihan lapangan yang realistis: pendirian pos pemeriksaan, pengendalian kerusuhan, pengerahan bantuan darurat, serta penanganan dan evakuasi korban. Latihan tersebut menguji kemampuan komando dan kendali, koordinasi pasukan, dan dukungan menyeluruh dari unit tersebut.

Sepanjang latihan, pasukan penjaga perdamaian Tiongkok menunjukkan keterampilan yang solid, respons yang efisien, dan pelaksanaan tugas yang profesional, menurut tim penilai.

"Kami mendorong mereka untuk mempertahankan kinerja yang baik ini. Mereka menunjukkan kelincahan dan ketajaman yang luar biasa. Sungguh patut diapresiasi," ujar Damilola Aiyebogun, Ketua Tim Penilai UNISFA.

Abyei, wilayah kaya minyak yang diperebutkan oleh Sudan dan Sudan Selatan, telah menjadi titik rawan ketegangan antara kedua negara. UNISFA dibentuk pada tahun 2011 melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1990.