Tanzania, Bharata Online - Masyarakat internasional mencermati kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, ke Amerika Serikat, dengan harapan kunjungan ini dapat menstabilkan hubungan bilateral, memperkuat rasa saling percaya, dan memberikan kepastian yang sangat dibutuhkan bagi ekonomi global.
Tokoh bisnis AS, Manuel Menendez III—pendiri MCM Group Holdings—menyatakan bahwa hubungan Tiongkok-AS yang stabil dan dapat diprediksi sangatlah penting, tidak hanya bagi pembangunan ekonomi kedua negara, tetapi juga bagi ekonomi global.
"Hubungan terpenting di dunia saat ini adalah hubungan AS-Tiongkok. Stabilitas, prediktabilitas, dan konsistensi dalam hubungan ini sangatlah penting, tidak hanya untuk menumbuhkan ekonomi Tiongkok dan Amerika Serikat, tetapi juga bagi seluruh dunia. Kerja sama strategis yang konstruktif dan krusial inilah jalan ke depan. Dari perspektif bisnis, saya meyakini bahwa apa yang disampaikan oleh Presiden Xi merupakan pesan yang jelas mengenai kerja sama, dan kerja sama berarti adanya stabilitas serta prediktabilitas dalam hubungan tersebut. Bagi dunia usaha, ketika terdapat prediktabilitas dan stabilitas, arus investasi akan mengalir dan bisnis pun berkembang. Di tengah banyaknya ketidakpastian dan konflik di berbagai belahan dunia lain, hubungan AS-Tiongkok menjadi jangkar bagi ekonomi global. Stabilitas, prediktabilitas, dan konsistensi dalam hubungan AS-Tiongkok ini, menurut saya, akan memungkinkan ekonomi dunia untuk turut tumbuh," ujarnya.
Para pengamat dari negara-negara berkembang juga memandang bahwa peningkatan stabilitas dalam hubungan Tiongkok-AS merupakan hal penting bagi lingkungan pembangunan global secara lebih luas.
"Pidato tertulis Presiden Xi Jinping memberikan kepastian dan prediktabilitas dalam pembangunan global. Seluruh dunia menantikan hasil atau konsensus dari pertemuan puncak ini agar dunia dapat mencapai dua tonggak sejarah yang sangat penting bagi perkembangannya, yaitu perdamaian dan stabilitas," kata Nkundwe Moses Mwasaga, Direktur Jenderal Komisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tanzania.
Harapan serupa juga datang dari negara-negara di Timur Tengah, mengingat para pengamat menilai hasil pertemuan tersebut dapat memiliki dampak yang jauh melampaui lingkup kedua negara itu sendiri.
"Menurut saya, seluruh dunia menantikan pertemuan ini serta hasilnya, dan di kawasan kami, tidak diragukan lagi bahwa kehadiran Tiongkok itu penting, dan persahabatan dengan Tiongkok sangatlah berarti bagi UEA serta negara-negara lain di kawasan ini," ujar Mohamed AlHammadi, Ketua Dewan Direksi Asosiasi Jurnalis UEA.
Xi sedang melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke Amerika Serikat atas undangan Presiden AS, Donald Trump. Kunjungan ini menyusul kunjungan kenegaraan Trump ke Tiongkok pada bulan Mei 2026, yang merupakan kunjungan pertama oleh seorang presiden AS dalam kurun waktu hampir sembilan tahun.