Antalya, Bharata Online - Kerja sama antariksa antara Azerbaijan dan Tiongkok siap untuk diperluas ke berbagai bidang seperti satelit komersial dan penelitian antariksa jauh, ujar Dunay Badirkhanov, Penjabat Ketua Dewan Badan Antariksa Nasional Azerbaijan, Azercosmos.

Kongres Astronautika Internasional ke-77 resmi dimulai pada hari Senin (5/10) di Antalya, kota resor tepi Laut Tengah di Turki, yang mempertemukan para pemimpin di bidang antariksa, peneliti, dan perwakilan industri dari seluruh dunia.

Berbicara di sela-sela pertemuan lima hari yang mengusung tema "Dunia Membutuhkan Lebih Banyak Antariksa" (The World Needs More Space) tersebut, Badirkhanov menekankan bahwa investasi besar yang diperlukan untuk eksplorasi antariksa dan digital menjadikan kolaborasi sebagai hal yang vital, khususnya bagi negara-negara yang baru berkembang di sektor antariksa seperti Azerbaijan.

"Saat ini, sulit bagi satu negara untuk meraih pencapaian besar sendirian. Eksplorasi antariksa dan digital membutuhkan investasi yang sangat besar, dan di sinilah peluang baru benar-benar terbuka bagi negara-negara yang sedang berkembang di sektor antariksa seperti Azerbaijan. Kami berharap kerja sama ini akan semakin berkembang di masa depan dan kami akan memiliki lebih banyak proyek ilmiah; saat ini kami sudah memiliki sejumlah ilmuwan dan proyek ilmiah yang sedang berjalan, dan kami berharap hal ini akan terus berkembang ke depannya," kata Badirkhanov.

Azerbaijan bergabung dengan program Stasiun Penelitian Bulan Internasional (ILRS) milik Tiongkok pada Oktober 2023, setelah badan antariksa Tiongkok dan Azerbaijan menandatangani pernyataan bersama mengenai kerja sama dalam program tersebut selama Kongres Astronautika Internasional ke-74 yang diselenggarakan di Baku, Azerbaijan.

Berdasarkan pernyataan bersama tersebut, kedua belah pihak akan melaksanakan kerja sama ekstensif dalam tahap demonstrasi, implementasi, pengoperasian, dan penerapan program, termasuk pemasangan instrumen ilmiah, penyediaan pelatihan bagi personel, serta pelaksanaan eksperimen ilmiah dan teknologi.

Program ILRS, yang diprakarsai bersama oleh Tiongkok dan Rusia pada tahun 2021, bertujuan untuk membangun pangkalan di Bulan serta melaksanakan penelitian dan eksplorasi Bulan.

Badirkhanov mencatat bahwa Azercosmos memantau dengan cermat persiapan untuk program ILRS tersebut.

"Kami berpartisipasi aktif dalam lokakarya dan seminar terkait laboratorium ini. Kami memantau dengan saksama persiapan yang sedang berlangsung dan bekerja sama erat dengan mitra kami untuk melihat bagaimana kami dapat berkontribusi, mengingat Azerbaijan merupakan bagian ilmiah dari proyek ini," ujarnya. Seraya mencatat hubungan baik antara Tiongkok dan Azerbaijan dalam penelitian antariksa, Badirkhanov berharap kerja sama dengan Tiongkok di bidang ini akan semakin berkembang.

"Tentu saja, dunia antariksa itu sangat luas dan peluang-peluang baru terus bermunculan setiap hari dan setiap tahun. Kami senang menjadi bagian dari komunitas internasional serta badan-badan antariksa besar, dan kami juga menghargai sikap terbuka Tiongkok maupun pihak lainnya yang memungkinkan negara-negara yang baru berkembang di sektor antariksa untuk turut serta dalam berbagai kegiatan mereka," ujar Badirkhanov.