Beijing, Bharata Online - Inisiatif "lingkaran kehidupan komunitas 15 menit", yang menempatkan warga sebagai pusat desain perkotaan dengan memastikan layanan harian penting dapat diakses dalam jarak tempuh 15 menit berjalan kaki dari rumah, memberikan gambaran tentang model baru tata kelola perkotaan yang berorientasi pada masyarakat yang diterapkan oleh pemerintah kota Beijing.
Contoh lain dari pengelolaan kota yang inovatif di ibu kota Tiongkok ini adalah layanan hotline 12345, yang memungkinkan pihak berwenang mengetahui kebutuhan umum serta kesenjangan layanan yang ada, sekaligus menentukan cara meresponsnya dengan segera.
Pusat Komunitas Qinghe E di Beijing menunjukkan bagaimana pendekatan-pendekatan baru ini meningkatkan kualitas hidup warga.
Bagi Yao, seorang warga setempat, pasar lingkungan hanya berjarak lima menit berjalan kaki dari rumahnya. Ia bisa membeli sayuran, membeli sarapan, atau memotong rambut, semuanya dalam satu rute perjalanan yang sama.
"Banyak pembangunan telah dilakukan selama bertahun-tahun. Fasilitas di sekitar sini dulunya tergolong terbatas. Sekarang kondisinya jauh lebih baik," ujarnya.
Perjalanan lima menit dengan berjalan kaki itu merupakan bagian dari konsep perencanaan yang lebih luas di Beijing: lingkaran kehidupan komunitas 15 menit. Konsep lingkaran ini menjadi acuan bagi kota mengenai lokasi penempatan layanan, sementara saluran lain memberikan informasi tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan warga. Sejak tahun 2019, hotline 12345 Beijing telah mencatat berbagai keluhan, permintaan, dan saran dari warga di seluruh penjuru kota. Kedua sistem ini secara bersama-sama membentuk cara layanan lingkungan direncanakan dan menentukan di mana kesenjangan layanan perlu diatasi.
Layanan komersial komunitas direncanakan dalam radius jangkauan jalan kaki 15 menit. Namun, untuk kebutuhan pokok, akses diharapkan lebih dekat lagi, umumnya dalam waktu lima atau sepuluh menit berjalan kaki. Beijing menetapkan delapan layanan dasar komunitas, yaitu: bahan pangan segar, toko serba ada (convenience store), sarapan, layanan kebersihan rumah, pangkas rambut, pengiriman paket, perbaikan skala kecil, dan jasa binatu (laundry).
Permintaan akan kemudahan semacam itu terlihat jelas di kalangan warga setempat. "Semua orang menginginkan supermarket tepat di dekat rumah mereka. Memiliki supermarket di dekat tempat tinggal itu praktis. Misalnya, saat hendak pergi atau pulang ke rumah, Anda bisa sekalian membeli sayuran atau kebutuhan lainnya di perjalanan. Dulu ada supermarket tepat di luar kompleks perumahan kami. Namun, tempat itu kemudian tutup karena masalah lahan. Banyak warga sekitar yang datang ke sini untuk membeli makanan siap saji. Permintaannya masih cukup tinggi," ujar Yao.
Pusat Komunitas Qinghe E menunjukkan bagaimana layanan-layanan tersebut diterapkan. Dibuka pada tahun 2026, Qinghe E menempati area seluas 2.100 meter persegi, dengan 1.500 meter persegi untuk pasar bahan pangan segar dan 600 meter persegi untuk usaha kuliner. Pusat ini juga menyediakan layanan seperti potong rambut cepat dan jasa permak pakaian, serta berencana menambah layanan duplikasi kunci.
"Terkait layanan yang kami tawarkan di sini, sejak awal kami berfokus pada kebutuhan dasar masyarakat sekitar. Ketika warga memiliki kebutuhan baru, kami menyesuaikan layanan yang kami tawarkan. Kami juga melakukan survei. Jika warga merasa ada sesuatu yang kurang di lingkungan mereka, kami memeriksa apakah tersedia ruang yang memadai di sini. Setelah itu, kami berupaya merealisasikan rencana tersebut," kata Guo Jie, Manajer Pusat Komunitas Qinghe E.
Model yang responsif ini didukung oleh data. Sejak tahun 2019, sistem 12345 Beijing telah menangani sekitar 180 juta permintaan dari warga dan pelaku usaha. Data resmi menunjukkan bahwa tingkat penyelesaian masalah telah meningkat dari 53,1 persen pada awalnya menjadi 97,3 persen saat ini, sementara tingkat kepuasan naik dari 64,6 persen menjadi 97,7 persen. Lebih dari 70 masalah berskala kota telah ditangani melalui program ini. Dalam kurun waktu lebih dari lima tahun, program ini telah menghasilkan lebih dari 2.000 tugas dan 500 langkah kebijakan.
Di pasar tersebut, kualitas barang yang dijual mencerminkan perhatian terhadap detail ini. "Lihat, choy sum ini kualitasnya sangat bagus. Anda tidak akan menemukannya di supermarket besar. Mungkin karena sayuran ini tidak tahan lama. Lihat juga apel Gala ini. Supermarket besar sudah tidak lagi menjualnya, stoknya sudah habis. Tapi di sini masih tersedia. Saya pernah membelinya sebelumnya, rasanya enak," ujar Yao.
Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa satu panggilan ke layanan 12345 menjadi pemicu terbentuknya pasar ini. Keterkaitannya lebih luas. Di Jalan Yongtaizhuang Barat, pihak berwenang melihat adanya celah layanan, dan pasar Qinghe E dibuka untuk mengisinya.
Konsep "lingkaran kehidupan 15 menit" bukan sekadar lingkaran yang digambar di peta. Bagi Pak Yao, konsep ini berarti cukup berjalan kaki lima menit untuk membeli sayuran, sarapan, dan memangkas rambut. Bagi pemerintah kota, hal ini berarti mengatasi kekurangan layanan sebelum masalah tersebut memicu panggilan pengaduan, serta mendengarkan persoalan warga sebelum berubah menjadi keluhan resmi.