Beijing, Bharata Online - Menurut survei sebuah lembaga pemikir Amerika yang dirilis pada hari Senin (21/9), sebagian besar warga Amerika berpendapat bahwa Amerika Serikat sebaiknya menjalin kerja sama yang bersahabat dan interaksi dengan Tiongkok. Hal ini melanjutkan tren peningkatan dukungan publik terhadap pertukaran bilateral sejak tahun 2024.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Chicago Council on Global Affairs antara tanggal 10 hingga 21 Juli 2026 ini melibatkan 2.156 orang dewasa yang tersebar di seluruh 50 negara bagian dan Washington, D.C. Hasil survei yang dipublikasikan beberapa hari menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke AS itu menunjukkan bahwa 57 persen responden mendukung kerja sama yang bersahabat dan interaksi antara kedua negara.

Survei tersebut menemukan bahwa dukungan dari kalangan Partai Republik di AS terhadap kerja sama yang bersahabat dan interaksi dengan Tiongkok meningkat sebesar 10 poin persentase dibandingkan tahun 2025, mencapai tingkat tertinggi sejak 2019. Sementara itu, kalangan Partai Demokrat juga semakin cenderung mendukung interaksi dengan Tiongkok.

Menurut survei tersebut, pandangan warga Amerika terhadap Tiongkok terus membaik. Dibandingkan dengan tahun 2021, kini lebih banyak warga Amerika yang beranggapan bahwa Tiongkok semakin dihormati di kancah dunia.

Menjelang kunjungan Xi mendatang, kedua presiden diperkirakan akan melakukan kunjungan timbal balik dalam beberapa bulan ke depan. Dalam pertemuan puncak di Beijing pada bulan Mei 2026, Xi dan Trump menyepakati visi baru untuk membangun hubungan Tiongkok-AS yang konstruktif dan berlandaskan stabilitas strategis selama tiga tahun ke depan dan seterusnya.