Shanghai, Bharata Online - Administrator Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme/UNDP), Alexander De Croo, menyoroti signifikansi global dari China International Import Expo (CIIE) serta manfaat yang dapat dihadirkan oleh ajang tersebut bagi dunia, dalam sebuah wawancara dengan China Media Group (CMG) di Beijing pada hari Kamis (5/11).

Setelah menghadiri upacara pembukaan CIIE ke-9, yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 10 November 2026 di Shanghai, De Croo mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap vitalitas acara tersebut serta komitmen teguh Tiongkok terhadap keterbukaan tingkat tinggi.

"Pertama-tama, ini adalah pengalaman yang sungguh luar biasa. Anda bisa merasakan energi yang ada di sana, keterbukaan terhadap dunia, serta dibukanya pasar Tiongkok bagi dunia. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk membahas perdagangan dan bagaimana perdagangan dapat menjadi akselerator yang luar biasa bagi pembangunan," ujarnya.

Saat berbicara dalam upacara pembukaan, De Croo menyatakan bahwa nilai dari CIIE melampaui sekadar pembukaan pasar Tiongkok bagi dunia, melainkan memiliki makna yang jauh lebih mendalam.

"Memang, ajang ini disebut sebagai pameran impor internasional, sehingga orang mungkin berpikir bahwa fokusnya hanya pada impor barang dan jasa ke pasar Tiongkok—yang tentu saja merupakan tujuan utamanya. Namun, dengan mendukung negara-negara lain dalam proses tersebut, seperti kebijakan bebas bea yang diterapkan pemerintah Tiongkok bagi negara-negara kurang berkembang dan negara-negara Afrika, Tiongkok telah memberikan contoh nyata mengenai keterbukaan dan upaya memfasilitasi perdagangan. Dampak yang lebih luas adalah membantu negara-negara tersebut agar siap untuk berdagang. Kesiapan untuk berdagang tidak hanya bermanfaat bagi Tiongkok, tetapi juga bagi dunia secara keseluruhan. Bagi kami, inilah inti pembahasannya: Bagaimana kita mendukung negara-negara dalam mentransformasi model ekonomi dan industri mereka? Bagaimana kita membantu mereka agar layak investasi serta mampu menarik penanaman modal, baik dari dalam maupun luar negeri? Bagaimana kita membantu mereka dalam menciptakan lapangan kerja?" jelasnya dalam wawancara tersebut.

Di tengah berbagai tantangan yang muncul akibat unilateralisme dan gangguan terhadap perdagangan bebas, CIIE berperan sebagai platform penting untuk meningkatkan perdagangan dan kerja sama, ungkap pimpinan UNDP tersebut.

"Menurut saya, jika kita melihat ke seluruh dunia, jauh lebih banyak negara yang meyakini bahwa mereka akan lebih baik jika bekerja sama dengan dunia internasional—baik dalam hal perdagangan, penanganan perubahan iklim, maupun pengelolaan migrasi dan arus pengungsi. Oleh karena itu, upaya saat ini adalah menggalang negara-negara yang memiliki keyakinan serupa, yakni bahwa bekerja sama dengan dunia internasional adalah pilihan yang lebih baik. Ini jelas merupakan posisi Tiongkok, namun ada pula negara-negara lain di dunia yang memiliki keyakinan yang sama," ujarnya.

Diluncurkan pada tahun 2018 sebagai pameran tingkat nasional pertama di dunia yang dikhususkan untuk impor, CIIE telah menjadi pintu gerbang penting bagi pelaku bisnis asing yang ingin menjangkau pasar konsumen dan industri Tiongkok yang sangat luas.

Tiongkok menyebut pameran ini sebagai "barang publik internasional yang dapat dimanfaatkan oleh dunia", seraya menyoroti perannya dalam membuka peluang pasar, mendorong kerja sama ekonomi jangka panjang, serta memfasilitasi pertukaran internasional.

CIIE ke-9 yang tengah berlangsung saat ini mencakup area pameran seluas lebih dari 440.000 meter persegi. Ajang ini menghadirkan 4.142 peserta pameran dari 148 negara dan wilayah, dengan lebih dari 480 produk yang akan diperkenalkan untuk pertama kalinya di tingkat global, Asia, maupun Tiongkok, sebuah rekor tertinggi.