Jakarta, Bharata Online - Indonesia International Book Fair 2026 resmi dibuka di Jakarta pada hari Rabu (30/9), dengan penerbit asal Tiongkok menghadirkan hampir 2.000 eksemplar buku berkualitas tinggi yang mencakup 800 judul, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama penerbitan dan pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia.
Delegasi Tiongkok memamerkan beragam jenis buku, mulai dari karya ideologis dan teoretis, sastra kontemporer, dan buku teks bahasa Mandarin, hingga karya yang berkaitan dengan sains, teknologi, serta kehidupan masyarakat. Lebih dari 50 persen buku yang dipamerkan merupakan edisi bahasa asing.
Penerbit dari Tiongkok dan Indonesia telah bertukar pandangan mengenai berbagai topik dan mencapai kesepakatan awal terkait kerja sama penerbitan.
"Menurut saya, Indonesia International Book Fair 2026 ini juga dapat menjadi jembatan penghubung dengan budaya lain—termasuk dengan Tiongkok dan berbagai negara sahabat lainnya, untuk memperkenalkan karya tulis dan buku dari beragam bidang, khususnya yang mengangkat tema budaya, karena budaya itu penting," ujar Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Indonesia.
Pameran ini juga memberikan kesempatan bagi pembaca lokal untuk mengenal budaya Tiongkok lebih jauh melalui buku.
"(Pameran buku ini) sungguh luar biasa. Kami bisa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai budaya Tiongkok, mulai dari masa lampau hingga saat ini. Menurut saya, ini adalah acara yang sangat bagus," kata Fransiska, salah satu pengunjung pameran.
Acara tahunan ini akan berlangsung hingga hari Minggu (4/10) di ibu kota.