Kunshan, Bharata Online - Di Duke Kunshan University, sebuah usaha patungan Tiongkok-AS di Tiongkok Timur, berbagai perspektif bertemu dan memicu kreativitas, karena kampus ini berfungsi sebagai jembatan bagi pertukaran antarmasyarakat antara generasi muda Tiongkok dan AS.

Terletak di Kota Kunshan, Provinsi Jiangsu, Tiongkok Timur, institusi itu kini menampung mahasiswa dari 75 negara dan tenaga pengajar dari sekitar 40 negara.

John A. Quelch, Wakil Rektor Eksekutif Duke Kunshan University, mengatakan bahwa meskipun universitas itu dikelola bersama oleh Tiongkok dan AS, universitas ini juga membuka pintunya bagi generasi muda dari seluruh dunia.

"Kami adalah universitas usaha patungan Tiongkok-AS yang berbasis di Tiongkok, namun kami hadir untuk dunia. Kreativitas benar-benar muncul ketika orang-orang dengan berbagai perspektif berkumpul dan berbagi gagasan tentang cara memecahkan masalah tertentu," ujar Quelch.

Sebagai pendukung pendidikan seni liberal (liberal arts), universitas ini mendorong mahasiswa maupun tenaga pengajar untuk melihat melampaui satu disiplin ilmu saja, serta membiarkan berbagai bidang pengetahuan bertemu dan berinteraksi dalam sebuah dialog.

"Menurut saya, kerja lapangan itu sangatlah penting. Baik saat mahasiswa mengerjakan proyek penelitian maupun sekadar mengikuti kegiatan kelas, mereka perlu terjun langsung dan melihat apa yang sedang terjadi di dunia," kata Kenneth S. Rogerson, Professor of the Practice di Sanford School of Public Policy, Duke University.

Pada bulan November 2023, Tiongkok meluncurkan inisiatif besar untuk mengundang 50.000 anak muda Amerika ke Tiongkok guna mengikuti program pertukaran dan studi selama lima tahun ke depan.

Duke Kunshan merupakan bagian dari perwujudan upaya tersebut. Setiap tahun, universitas ini mendatangkan sekitar 70 mahasiswa dari kampus utama Duke University di Amerika Serikat ke Tiongkok.

"Sebagai universitas usaha patungan Tiongkok-AS, selain fungsi utama kami dalam membina talenta, menurut saya sangat penting pula untuk menjadi jendela utama bagi pertukaran budaya antara Tiongkok dan AS," ujar Liu Yaolin, Rektor Duke Kunshan University.

Inisiatif "50.000 orang dalam lima tahun" tersebut telah mencapai targetnya dua setengah tahun lebih awal dari jadwal, namun pertukaran antara generasi muda Tiongkok dan Amerika masih terus berlanjut.

"Berbagi hal-hal yang kita cintai serta memahami berbagai sudut pandang—itulah sebenarnya yang sangat ingin saya bagikan dan pelajari," ujar Caleb Leonard, Mahasiswa Duke Kunshan University.