Beijing, Bharata Online - Tiongkok bersedia untuk terus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan dengan Indonesia, demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, dalam konferensi pers rutin di Beijing pada hari Selasa (13/10).

Pada tanggal 8 Oktober 2026, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan 11 proyek hilirisasi yang didanai Tiongkok dengan nilai perkiraan 10,2 miliar dolar AS (sekitar 183 triliun rupiah) di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan kesediaan Indonesia untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Mao menanggapi secara positif pernyataan Presiden Subianto saat menjawab pertanyaan media mengenai pidato beliau dalam upacara peresmian tersebut.

"Tiongkok mengapresiasi pernyataan yang disampaikan oleh pemimpin Indonesia. Selama bertahun-tahun, Tiongkok dan Indonesia telah memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan di bidang energi, pertambangan, dan sektor lainnya dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing, yang telah memberikan manfaat nyata bagi kedua negara dan rakyatnya. Keberhasilan perusahaan-perusahaan Tiongkok di Indonesia juga merupakan keberhasilan Indonesia," ujar Mao.

"Tiongkok akan bekerja sama dengan Indonesia untuk menindaklanjuti kesepahaman strategis antara kedua presiden dan terus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan di bidang-bidang terkait, guna mendukung Indonesia secara lebih baik dalam mengubah keunggulan sumber dayanya menjadi momentum pembangunan serta berkontribusi pada kesejahteraan Indonesia. Kami yakin bahwa pemerintah Indonesia akan terus melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan Tiongkok serta menyediakan lingkungan bisnis yang terbuka, adil, transparan, dan bersahabat," ungkapnya.