Chengdu, Bharata Online - Warga dan wisatawan di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok Barat Daya, berbaris di jalanan pada hari Sabtu (26/9) untuk melepas keberangkatan sepasang panda raksasa, Ping Ping dan Fu Shuang, yang akan menuju Amerika Serikat. Mereka berharap kedua panda ini dapat membantu mempererat hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Sebelum keberangkatan dari Bandara Internasional Chengdu Shuangliu, Pusat Penelitian Pembiakan Panda Raksasa Chengdu menggelar upacara perpisahan bagi Ping Ping, panda jantan yang tegap namun lincah, lahir pada 17 Maret 2020, dan Fu Shuang, panda betina yang gemuk dan lincah, lahir pada 18 Oktober 2020. Banyak warga dan wisatawan berkumpul untuk melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan kepada kedua panda tersebut.

Pesawat kargo sewaan FedEx yang membawa Ping Ping dan Fu Shuang telah mendarat di Atlanta, wilayah tenggara Amerika Serikat, pada Minggu (27/9) pagi. Kedua panda raksasa ini dijadwalkan tinggal di Kebun Binatang Atlanta selama 10 tahun, sesuai dengan kesepakatan antara Kebun Binatang Atlanta dan Asosiasi Konservasi Satwa Liar Tiongkok.

"Ini jelas merupakan dorongan positif bagi hubungan dan kerja sama Tiongkok-AS," ujar Zhao Ruixiang, seorang wisatawan.

Beberapa wisatawan mengatakan bahwa panda melambangkan perdamaian dan persahabatan di hati masyarakat Tiongkok.

"Panda raksasa memiliki tempat yang sangat istimewa di hati kami, masyarakat Tiongkok. Mereka adalah harta nasional. Dan kami telah melihat adanya pertukaran panda dengan banyak negara lain, seperti Jerman, Jepang, dan Korea Selatan," kata Ma Yuqing, seorang wisatawan.

"Tentu saja saya merasa bangga. Menurut pendapat saya, panda melambangkan perdamaian. Bagi masyarakat Tiongkok, panda merupakan semacam ikatan budaya dan simbol emosional," ujar Liu Chao, wisatawan lainnya.

Hubungan terkait panda raksasa antara Tiongkok dan Amerika Serikat telah terjalin sejak lama. Pada bulan April 1972, dua ekor panda raksasa, Ling Ling dan Hsing Hsing, tiba di Amerika Serikat menyusul kunjungan Presiden AS saat itu, Richard Nixon, ke Tiongkok pada bulan Februari di tahun yang sama.

Lebih dari 8.000 warga Amerika menyambut kedatangan Ling Ling dan Hsing Hsing di tengah hujan. Pada bulan pertama saat dipamerkan kepada publik, keduanya menarik lebih dari satu juta pengunjung. Sejak saat itu, panda raksasa telah berperan dalam mempererat persahabatan antara rakyat Tiongkok dan Amerika.

Kerja sama perlindungan panda raksasa antara Tiongkok dan AS merupakan salah satu inisiatif perlindungan satwa liar internasional yang paling lama berjalan dan memiliki cakupan paling luas bagi Tiongkok. Pada tahun 1994, CWCA menandatangani perjanjian dengan Kebun Binatang San Diego, yang secara resmi memulai program kerja sama tersebut.

Selama tiga dekade terakhir, kedua belah pihak telah melakukan penelitian bersama di bidang-bidang utama, termasuk perilaku, nutrisi, genetika, dan pencegahan penyakit pada panda, serta mencapai terobosan signifikan dalam teknik penangkaran. Melalui kerja sama ini, panda-panda di Amerika Serikat telah berhasil berkembang biak dan membesarkan 17 ekor anak hingga saat ini—enam di San Diego, empat di Washington, dan tujuh di Atlanta.

Pada tahun 2024, Tiongkok dan Amerika Serikat memulai babak baru kerja sama perlindungan panda raksasa, seiring dengan kedatangan lebih banyak panda ke Amerika Serikat secara bertahap.