Luoyang, Bharata Online - Hampir 100 wali kota, delegasi kota, dan pakar internasional dari lebih dari 10 negara berkumpul di Luoyang, Provinsi Henan, Tiongkok Tengah, untuk mengikuti Dialog Wali Kota Global 2026 guna membahas pelestarian warisan budaya, transformasi industri, dan pembaruan perkotaan.

Acara yang berlangsung dari hari Jumat (9/10) hingga Minggu (11/10) ini memuncak pada peluncuran Konsensus Luoyang tentang Peradaban Perkotaan, yang menyerukan pembangunan yang berpusat pada masyarakat, transisi hijau, dan pembelajaran bersama antarperadaban.

Tiga sesi dialog tematik diselenggarakan di lokasi warisan budaya dan fasilitas industri, dengan fokus pada pelestarian warisan budaya, manufaktur cerdas, dan pembaruan perkotaan. Para peserta mengunjungi Gua Longmen, reruntuhan ibu kota Dinasti Sui dan Tang di Luoyang, Kota Kuno Luoyi, serta perusahaan manufaktur setempat.

Para peserta menyoroti pentingnya pertukaran budaya dan kerja sama.

"Semuanya luar biasa. Keramahtamahan dan orang-orang di sini sangat baik serta ramah," ujar Aimilia Tziva, Wakil Wali Kota Irakleio di Attica, Yunani.

"Hal yang positif adalah kita bisa saling belajar. Dalam beberapa pertemuan dan percakapan yang telah berlangsung, intinya adalah belajar dari orang lain. Menurut saya, sangat bermanfaat untuk mendengar apa yang berjalan dengan baik maupun tidak, serta apa yang bisa kami terapkan kembali di Durham," kata Tony Hanson, Direktur Korporat bidang Regenerasi, Ekonomi, dan Pertumbuhan di Dewan Wilayah Durham, Inggris.

Dalam sesi dialog utama, Wali Kota Luoyang, Zhang Yujie, berbicara di hadapan para peserta dan berbagi pengalaman kotanya dalam menyeimbangkan pelestarian warisan budaya dengan pembangunan perkotaan modern.

Diskusi mencakup bagaimana kota-kota dapat memanfaatkan sumber daya budaya mereka secara lebih baik, mengembangkan pariwisata dan industri kreatif, serta menciptakan peluang ekonomi baru sembari tetap menjaga identitas sejarah mereka.

"Dialog ini sangat menarik dan indah karena melibatkan berbagai kota yang berbeda. Kami menyadari adanya hubungan antara Luoyang dan seluruh dunia, khususnya dengan Italia. Pengalaman berada di sini sungguh menyenangkan," ujar Stefano Mazzetti, Kepala Staf Kota Metropolitan Bologna, Italia.

Selama acara berlangsung, para tamu dari Tiongkok maupun mancanegara mengunjungi sejumlah fasilitas manufaktur di Luoyang, termasuk pabrik pintar milik Luoyang Bearing Group, bengkel pemesinan computer numerical control (CNC) untuk peralatan berat milik CITIC Heavy Industries, serta lini produksi traktor berdaya kuda tinggi milik China YTO Group. Mereka juga menjajal traktor Dongfanghong, sehingga memperoleh wawasan langsung mengenai kemajuan sektor manufaktur cerdas di Tiongkok.

Dialog tersebut menjadi wadah bagi kota-kota peserta untuk saling berbagi pengalaman terkait pelestarian warisan budaya, pengembangan industri, dan peremajaan kawasan perkotaan, sembari menjajaki peluang kerja sama internasional.