Pennsylvania, Bharata Online - Para anggota tim sepak bola AS yang melakukan tur keliling Tiongkok pada bulan Agustus lalu mengenang kembali perjalanan yang mereka sebut sebagai pengalaman yang membuka wawasan. Selama perjalanan itu, mereka memainkan pertandingan persahabatan melawan tim lokal, menikmati keindahan budaya tradisional Tiongkok, serta dibuat kagum oleh teknologi robot yang canggih dan berbagai produk yang memukau di negara tersebut.

Kunjungan tim ini merupakan bagian dari inisiatif besar untuk mengundang 50.000 pemuda Amerika ke Tiongkok dalam kurun waktu lima tahun guna mengikuti program pertukaran dan studi, sebuah program yang pertama kali diumumkan oleh Presiden Xi Jinping saat kunjungannya ke Amerika Serikat pada bulan November 2023.

Para pemain sepak bola tersebut berasal dari Journey FC, sebuah klub yang berbasis di Harrisburg, Pennsylvania, dengan sebagian besar anggota skuadnya merupakan mahasiswa. Mereka disambut dengan hangat di Hainan, provinsi kepulauan tropis di Tiongkok selatan, tempat mereka bertanding dalam laga persahabatan melawan tim lokal pada tanggal 6 Agustus 2026.

Sebelum berangkat ke Tiongkok, banyak pemain mengaku belum pernah meninggalkan Harrisburg—tempat sebagian besar anggota tim tumbuh besar, apalagi bepergian ke lokasi yang begitu eksotis.

"Mendengar sorak-sorai dan suara genderang seolah membangkitkan semangat dalam diri saya. Saat itulah saya menyadari, 'Wow, kita benar-benar berada di sini, bermain di negara yang berbeda'," ujar Mark Haye, salah satu anggota tim.

Meskipun Journey FC kalah dalam pertandingan pembuka di Kabupaten Otonom Qiongzhong Li dan Miao, Hainan, tim tamu tetap merasa sangat senang dengan keseluruhan acara tersebut. Para penonton dari etnis lokal Li bahkan menyanyikan lagu-lagu daerah di dalam stadion sebagai bentuk penghormatan.

"Walaupun kami kalah dalam pertandingan, saya sama sekali tidak memikirkannya karena suasananya begitu luar biasa. Sambutannya sangat hangat dan ini benar-benar pengalaman sekali seumur hidup. Kami ikut bertepuk tangan dan bersorak untuk para penonton karena mereka juga bersorak untuk kami. Sungguh momen yang penuh rasa saling menghormati," kata Haye.

"Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Semua orang bersorak untuk kami, dan saya juga sempat bertukar kaus tim dengan pemain bernomor punggung 3 dari tim lawan. Itu sungguh keren," ujar Victor Lopez, pemain lainnya.

Di luar lapangan, para pemain muda ini juga menimba beragam pengalaman baru. Mereka menikmati budaya teh setempat di sebuah perkebunan teh dan menguji kelincahan kaki saat mencoba tarian bambu tradisional di Hainan, sebelum kemudian mengunjungi perusahaan teknologi terkemuka Tiongkok untuk berinteraksi dengan robot-robot canggih.

Rombongan ini juga bertolak ke Yiwu di Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, kota yang dijuluki "supermarket dunia" berkat pasar aneka barang kecilnya yang sangat besar. Di sana, para pemain muda asal Amerika ini dibuat takjub oleh beragam barang yang ditawarkan dan memborong banyak suvenir untuk dibawa pulang.

"Saya membeli banyak barang untuk keluarga, seperti berbagai pernak-pernik. Saya pasti membeli magnet kulkas, dan saya juga membelikan pacar saya gaun tradisional yang sangat bagus," ujar Haye.

"Kami tidak memiliki pasar yang menampung ribuan toko, bahkan ribuan orang sekaligus. Jadi, melihat begitu banyak toko yang beroperasi dan tertata rapi dalam satu kawasan benar-benar memberikan kejutan budaya tersendiri bagi kami," kata Patryk Nitecki, Kapten Tim.

Pelatih kepala klub, Cole Goodman, menilai perjalanan ke Tiongkok ini bukan sekadar kegiatan untuk mempererat kebersamaan tim, tetapi juga kesempatan bagi para pemain muda asal Pennsylvania tersebut untuk merasakan langsung dinamika dan semangat Tiongkok yang penuh vitalitas.

"Hal yang paling membekas dalam tim adalah rasa persaudaraan, persahabatan, dan keinginan kami untuk terus belajar tentang budaya lain. Meskipun kami hanya berada di sana selama sekitar 12 atau 13 hari, para pemain dan seluruh anggota tim merasa belum cukup. Mereka ingin melihat lebih banyak lagi sisi Tiongkok serta budayanya, dan ingin belajar lebih banyak lagi," ungkap Goodman.

Anggota tim lainnya bahkan merasa terinspirasi untuk kembali mengunjungi negara tersebut jika diberi kesempatan.

"Kalau bukan bersama Journey FC pun, saya akan berusaha keras untuk bisa pergi ke Tiongkok. Tempat itu luar biasa. Saya sangat ingin kembali ke sana," ujar Darwin Lopez, anggota tim lainnya.