Barcelona, Bharata Online - Liber, pameran dagang penerbitan terbesar di Spanyol, resmi berakhir pada hari Kamis (1/10) setelah menarik ribuan pengunjung dan peserta pameran dari seluruh dunia, dengan stan Tiongkok yang berukuran besar menjadi pusat perhatian bagi para pelaku industri maupun pengunjung umum.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari itu diadakan di lokasi Gran Via, Barcelona, ​​dan menghadirkan peserta pameran dari 19 negara, termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan Italia. Pihak penyelenggara menyatakan bahwa sekitar 9.000 profesional hadir dalam acara tersebut, dengan hampir 40 persen di antaranya berasal dari luar negeri.

Acara tahun ini mencakup berbagai sektor, mulai dari literatur anak dan remaja, fiksi dewasa, hingga publikasi ilmiah, teknis, dan pendidikan.

Di stan Tiongkok, pengunjung dapat menemukan beragam publikasi, mulai dari karya sastra, sejarah, dan budaya, hingga buku-buku yang mengulas modernisasi dan pembangunan perkotaan di Tiongkok.

"Selain kualitas publikasi Tiongkok itu sendiri, pencapaian penerbitan yang kaya, serta tradisi penulisan Tiongkok yang telah berlangsung selama ribuan tahun, keragaman dan konten buku yang disajikan di stan Tiongkok juga memberikan kesan mendalam bagi saya. Stan ini tidak hanya menampilkan budaya dan masyarakat Tiongkok, tetapi juga menyajikan pandangan dan pemikiran Tiongkok mengenai dunia, yang sangat layak untuk diperhatikan," ujar Carlos Ostermann, Presiden Camara Departamental del Libro de La Paz (CDLLP), sebuah organisasi perbukuan asal Bolivia.

Selama pameran berlangsung, lembaga penerbitan dari Tiongkok dan Spanyol juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu, termasuk hak cipta, penerjemahan, dan kerja sama penerbitan internasional, serta berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi buku-buku Tiongkok untuk memasuki pasar berbahasa Spanyol.

Potensi kerja sama lebih lanjut di sektor penerbitan dan bidang lainnya turut disoroti oleh salah seorang pengunjung, yang mengungkapkan rasa ingin tahu serta minat budayanya yang terus tumbuh terhadap Tiongkok.

"Saya sangat menyukai Tiongkok. Saya pernah belajar bahasa Mandarin di Milan dan Venesia. Saya juga mencintai budaya, sejarah, seni, dan kuliner Tiongkok. Di Tiongkok, saya merasa masa lalu, masa kini, dan masa depan seolah hidup berdampingan secara bersamaan; menurut saya, itulah aspek yang paling menarik dari Tiongkok," ujar pengunjung bernama Fabiana.

Partisipasi pihak Tiongkok dalam pameran tersebut kembali meningkat tahun ini, dengan tampilnya delegasi dari Kota Madya Chongqing di wilayah barat daya untuk pertama kalinya serta membawa hampir 80 jenis publikasi buku dan majalah dari daerah tersebut.