Yunnan, Bharata Online - Wisatawan Tiongkok telah membanjiri Provinsi Yunnan di Tiongkok Barat Daya untuk turut merasakan suasana meriah bersama komunitas etnis minoritas setempat di tengah dentuman genderang dan lautan kostum warna-warni yang bergerak dinamis, mengubah sebuah wilayah perbatasan yang terpencil menjadi destinasi wisata liburan yang ramai dikunjungi.
Ribuan orang berkumpul di sebuah alun-alun di Kabupaten Longchuan, Prefektur Otonom Dai dan Jingpo Dehong, pada hari Sabtu (3/10) lalu untuk menampilkan tarian lokal bernama Munao Zongge. Dengan sajian musik, tarian, dan partisipasi ribuan orang, perayaan ini mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus melestarikan tradisi yang telah berusia berabad-abad.
Munao Zongge, yang dalam dialek lokal Jingpo berarti "menari bersama", merupakan seni tradisional masyarakat Jingpo yang biasanya dipentaskan pada perayaan-perayaan besar sebagai sarana memanjatkan doa demi keberuntungan.
"Ini adalah kali pertama saya menampilkan Munao Zongge. Suasananya sangat meriah di sini, dan penduduknya sangat ramah," ujar seorang wisatawan.
"Dalam rangka merayakan hari ulang tahun tanah air kita, bergandengan tangan dengan sesama warga dari berbagai kelompok etnis di Longchuan untuk mengikuti festival Munao Zongge membuat saya benar-benar merasakan kedamaian negara kita serta persatuan seluruh kelompok etnis sebagai satu keluarga besar," kata Fan Cheng, wisatawan lainnya.
Festival ini mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam lanskap pariwisata Tiongkok, dengan wisatawan kini semakin cenderung memilih kota-kota kecil dan pengalaman budaya yang autentik dibandingkan destinasi kota besar yang padat pengunjung.
Bagi Longchuan, sebuah kabupaten kecil yang berbatasan dengan Myanmar, tren ini telah menciptakan peluang ekonomi baru. Baru dua tahun yang lalu, kabupaten ini tidak memiliki satu pun agen perjalanan. Kini, wilayah tersebut menyambut kedatangan rombongan tur terorganisir maupun wisatawan mandiri secara terus-menerus.
"Saya tidak menyangka akan melihat antusiasme dan jumlah peserta yang begitu besar. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya akar tarian dan tradisi ini dalam ingatan kolektif masyarakat Jingpo. Menurut saya, ini adalah tradisi yang luar biasa, dan saya berharap tradisi ini akan terus diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Xu Xinda, yang turut serta dalam perayaan tersebut.
Pemerintah setempat berupaya memanfaatkan popularitas festival ini dengan menjadikan Munao Zongge sebagai bagian rutin dari daya tarik wisata kabupaten tersebut.
"Kami mengembangkan pariwisata kami dengan mengusung konsep 'Munao Zongge setiap hari', sehingga pengunjung dapat menikmati warisan budaya takbenda nasional ini kapan pun mereka datang ke Longchuan. Kami berharap hal ini dapat menjadi katalis bagi pengembangan rute wisata lainnya," ujar Zhou Hongfei, Wakil Kepala Biro Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Longchuan.