Cape Town, Bharata Online - Paviliun Tiongkok memulai debutnya dengan gemilang di ajang MIP Africa 2026, sebuah perhelatan besar industri film dan televisi di benua Afrika, dengan menyuguhkan beragam karya penceritaan khas Tiongkok yang bertujuan mempererat hubungan budaya serta kolaborasi industri.
Didukung oleh Kantor Informasi Dewan Negara Tiongkok (State Council Information Office) dan Administrasi Radio dan Televisi Nasional (National Radio and Television Administration), Paviliun Tiongkok hadir dengan skala yang lebih luas tahun ini.
Sebanyak enam belas organisasi audiovisual terkemuka dari Tiongkok, yang mencakup bidang penyiaran, produksi film dan televisi, animasi, serta media budaya, membuka stan dalam acara yang resmi dimulai pada hari Rabu (28/10) di Cape Town International Convention Centre, Afrika Selatan.
Para peserta pameran menampilkan lebih dari 50 judul karya audiovisual Tiongkok dari berbagai genre, mulai dari drama televisi, film dokumenter, acara varietas, hingga animasi, serta memperkenalkan teknologi-teknologi mutakhir. Pameran ini menyoroti pencapaian terkini Tiongkok dalam industri layar lebar dan televisi, sekaligus mendorong kemitraan yang lebih erat antara lembaga media Tiongkok dan Afrika.
Carol Weaving, Direktur Pelaksana RX Africa selaku penyelenggara MIP Africa, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin. Ia menyatakan bahwa acara ini didedikasikan untuk menghubungkan kisah, talenta, dan perusahaan asal Afrika dengan industri hiburan global. Seraya menyebut Tiongkok sebagai mitra vital dalam misi tersebut, ia mengungkapkan antusiasmenya untuk membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, guna menghadirkan lebih banyak konten luar biasa bagi audiens di seluruh dunia.
Berlangsung hingga hari Jumat (30/10) dengan mengusung tema "Africa. Untold. Unstoppable", MIP Africa 2026 mencatat pendaftaran dari lebih dari 100 perusahaan media internasional dan lebih dari 1.500 peserta. Acara ini juga mencerminkan partisipasi yang kuat dari berbagai negara di benua Afrika, termasuk Afrika Selatan, Nigeria, Kenya, dan Ghana.