Hefei, Bharata Online - Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, tiba di Kota Hefei, Provinsi Anhui, Tiongkok Timur, pada Selasa (27/10) pagi untuk memulai kunjungan kenegaraan ke Tiongkok atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.
Kunjungan selama lima hari, yang berlangsung dari Selasa (27/10) hingga Sabtu (31/10) ini, merupakan kunjungan kenegaraan pertama Steinmeier ke Tiongkok dalam delapan tahun terakhir.
Selama kunjungan tersebut, Xi akan mengadakan pembicaraan dengan Steinmeier. Selain itu, Perdana Menteri Li Qiang dan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji juga akan bertemu dengannya untuk bertukar pandangan mengenai hubungan bilateral serta berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama.
Steinmeier telah beberapa kali mengunjungi Tiongkok saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Jerman, dan pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada tahun 2018, selama masa jabatan kepresidenan pertamanya.
Menanggapi kunjungan ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut Presiden Jerman tersebut sebagai "teman lama rakyat Tiongkok", seraya menambahkan bahwa ia telah memberikan kontribusi positif bagi pengembangan hubungan bilateral.
Tahun ini menandai peringatan 54 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Jerman. Selama bertahun-tahun, Jerman telah menjadi mitra dagang terbesar Tiongkok di Uni Eropa, sekaligus tetap menjadi mitra utama Tiongkok dalam bidang pendidikan dan pelatihan teknis serta vokasi (TVET).
Menurut sumber dari pihak Jerman, pertukaran tingkat tinggi serta kerja sama di bidang sains, teknologi, dan hubungan antarwarga akan menjadi fokus dalam kunjungan ini.
Presiden Jerman didampingi oleh delegasi tingkat tinggi yang terdiri dari perwakilan Bundestag, Parlemen Eropa, pemerintah federal Jerman, serta sejumlah tokoh dari sektor olahraga, budaya, pendidikan, sains dan teknologi, maupun industri.
Di Hefei, yang menjadi perhentian pertama dalam rangkaian kunjungannya, Steinmeier dijadwalkan mengunjungi lembaga penelitian dan pengembangan milik produsen otomotif Jerman, Volkswagen, di Tiongkok. Ia juga akan meninjau proyek-proyek pembangunan perkotaan berkelanjutan serta mengunjungi Gunung Huangshan, sebuah situs yang terdaftar sebagai Warisan Dunia Budaya dan Alam UNESCO.