New York, Bharata Online - Seorang perwakilan Tiongkok untuk PBB menyatakan bahwa cara paling langsung dan efektif untuk melindungi anak-anak adalah dengan mengakhiri konflik dan kekerasan, seraya menyerukan upaya yang lebih besar untuk mendorong perdamaian.
"Cara paling langsung dan efektif untuk melindungi anak-anak adalah dengan mengakhiri konflik dan kekerasan. Tiongkok mendesak semua pihak yang berkonflik untuk mematuhi tujuan dan prinsip Piagam PBB, menghentikan permusuhan, serta menjalankan kewajiban mereka secara ketat berdasarkan hukum internasional dan hukum humaniter internasional, guna mencegah serangan terhadap anak-anak maupun fasilitas sipil seperti sekolah," ujar Fu Cong, Perwakilan Tetap Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB yang memperingati 30 tahun berdirinya mandat mengenai Anak-anak dan Konflik Bersenjata (Children and Armed Conflict Mandate) pada hari Senin (26/10) di New York.
Vanessa Frazier, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata, memberikan laporan kepada Dewan tersebut, dengan menyatakan bahwa pada tahun 2025, PBB memverifikasi 38.558 pelanggaran berat yang berdampak pada 24.174 anak. Angka ini merupakan jumlah anak terdampak tertinggi dalam satu tahun sejak mandat tersebut dibentuk.
Dalam pidatonya, Fu mengatakan bahwa penghentian permusuhan dan upaya mendorong perdamaian sangatlah penting untuk menjaga kesejahteraan anak-anak. Ia menekankan perlunya memperbaiki mekanisme, memperkuat akuntabilitas, mendorong pembangunan demi kesejahteraan anak, serta bekerja sama untuk meningkatkan dukungan bagi negara-negara di Global South (negara-negara berkembang).
Seraya mencatat bahwa anak-anak di wilayah Palestina yang diduduki, Haiti, dan tempat-tempat lain berada di garis depan konflik dan kekerasan, serta telah lama menderita akibat pelanggaran berat dan berbagai ancaman, Fu menyatakan bahwa Tiongkok mendukung Dewan Keamanan untuk menggunakan perangkat yang diperlukan guna memastikan akuntabilitas yang ketat atas penyalahgunaan atau kekerasan sewenang-wenang terhadap anak-anak.
Fu menegaskan bahwa pembangunan merupakan solusi mendasar untuk mengatasi akar penyebab konflik. Negara-negara anggota PBB perlu mendukung pemerintah negara-negara terkait dalam menjamin kebutuhan dasar—seperti pangan, pendidikan, layanan kesehatan, dan lapangan kerja, serta memperbaiki lingkungan bagi tumbuh kembang anak, agar mereka dapat terbebas dari bayang-bayang perang dan siklus kekerasan.
Pada saat yang sama, Fu menambahkan bahwa penting untuk menjembatani kesenjangan digital dan memastikan manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak negara di Global South.