Beijing, Bharata Online - Lebih dari 150 diplomat asing di Tiongkok mengunjungi pameran khusus untuk memperingati 90 tahun kemenangan Long March (Mars Panjang) pada hari Senin (26/10).
Pameran tersebut diselenggarakan di Museum Militer Revolusi Rakyat Tiongkok di Beijing. Para diplomat yang hadir mengungkapkan kekaguman yang mendalam atas ketangguhan dan tekad yang ditunjukkan selama perjalanan bersejarah tersebut.
"Sejujurnya, tempat ini sangat menginspirasi. Melihat bagaimana mereka menghadapi segala kesulitan dan tantangan, serta mampu mengatasi berbagai rintangan, menunjukkan apa yang sebenarnya bisa dicapai oleh manusia," ujar Syed Ali Asad Gillani, Duta Besar Pakistan untuk Tiongkok.
"Menurut saya, Long March tetap menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Tentara Merah bagi Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan rakyat Tiongkok di era modern. Semangat, pengorbanan, persatuan, dan solidaritas yang ditunjukkan saat itu masih terus hidup di tengah rakyat Tiongkok hingga hari ini," kata Somphone Sichaleune, Duta Besar Laos untuk Tiongkok.
Pameran ini juga menjadi pengingat yang kuat akan pengorbanan yang dilakukan demi revolusi Tiongkok.
"Pameran ini memberikan inspirasi yang luar biasa. Terdapat komitmen yang kuat untuk terus mengingat sejarah revolusi Tiongkok," tutur Alberto Blanco Silva, Duta Besar Kuba untuk Tiongkok.
"Pameran ini memperlihatkan esensi keberanian, tekad, dan ketekunan selama periode tersebut. Hal ini tercermin dalam komitmen Tiongkok untuk terus menempuh jalur pembangunannya," kata Luamanuvae Albert Mariner, Duta Besar Samoa untuk Tiongkok.
Long March (1934–1936) merupakan manuver militer yang dilakukan oleh Tentara Merah Pekerja dan Petani Tiongkok. Peristiwa ini kemudian menjadi babak yang menentukan dalam sejarah modern Tiongkok, yang melambangkan daya tahan dan ketekunan. Saat itu, para tentara dengan persenjataan minim melintasi medan tersulit di negara tersebut, menghadapi kelaparan, kehausan, dan cuaca dingin, demi mendirikan basis revolusioner yang baru.
Berdasarkan catatan resmi, Long March yang ditempuh oleh Angkatan Depan Pertama Tentara Merah mencakup jarak 12.500 km dan berlangsung selama satu tahun, dari tahun 1934 hingga 1935. Dua pasukan depan Tentara Merah lainnya, yakni pasukan kedua dan keempat, memulai perjalanan lebih lambat, menempuh rute yang berbeda, dan merampungkan perjalanan tersebut pada tahun 1936.