Shenzhen, Bharata Online - Rantai industri robotika yang sangat terkonsentrasi, mulai dari penelitian dan pengembangan serta manufaktur hingga aplikasi, telah mendorong penurunan biaya secara berkelanjutan dan peningkatan skala produksi robot di pusat teknologi Tiongkok, Shenzhen.
Di kawasan "Robot Valley" Shenzhen, lebih dari 200 perusahaan robotika berkumpul, dengan 90 persen komponen dapat dirakit dengan cepat dalam radius 3 kilometer. Kawasan ini menyatukan komunitas perusahaan lintas tingkatan, mulai dari perusahaan rintisan (startup) hingga perusahaan terbuka, yang mencakup robot industri, robot layanan, robot khusus, komponen inti, perangkat lunak AI, dan integrasi sistem, sehingga membentuk ekosistem tempat perusahaan besar, menengah, dan kecil tumbuh bersama.
Sebuah tangan robot yang tangkas (dexterous hand) dan dilengkapi dengan 1.140 unit sensor haptik menyumbang sekitar 17 persen dari biaya material sebuah robot humanoid utuh, menjadikannya komponen tunggal termahal. Namun, unit sensor haptik yang dulunya berharga 100.000 yuan (sekitar 268 juta rupiah) saat diimpor, kini tersedia dengan harga mulai dari 199 yuan (sekitar 534.000 rupiah) di Robot Valley.
"Ambil contoh produk kami yang seharga 199 yuan (sekitar 534.000 rupiah). Ini adalah sensor haptik yang menyerupai jari kecil dan dapat diterapkan pada sebagian besar tangan robot yang tangkas. Ukurannya persis sama dengan jari manusia. Bagi robot, seiring turunnya harga sensor, semakin banyak skenario aplikasi yang dapat muncul, dan perusahaan akan memiliki lebih banyak energi serta sumber daya untuk menambahkan perangkat keras dan algoritma dalam penelitian dan pengembangan," ujar Xu Jincheng, Pendiri PaXini Tech.
Sebuah produk dari perusahaan robot layanan di Shenzhen dibanderol dengan harga lebih dari 500.000 yuan (sekitar 1,34 miliar rupiah) dua tahun lalu, sementara model terbarunya tahun ini harganya telah turun menjadi sedikit di atas 100.000 yuan (sekitar 268 juta rupiah). Berkat inovasi berkelanjutan pada material dan proses serta desain struktural yang lebih efisien, biaya produksi robot yang sama terus menurun dengan laju sekitar 20 persen per tahun.
"Ini adalah produk baru kami tahun ini. Kami menerapkan banyak desain yang ringan pada produk ini dengan harapan agar lebih banyak pelanggan dari segmen bisnis (B-end) maupun konsumen perorangan (C-end) dapat menjangkaunya. Dari segi penjualan, kami memperkirakan adanya pertumbuhan tiga hingga lima kali lipat tahun ini dibandingkan tahun lalu," ujar Wu Wei, General Manager Departemen Hubungan Masyarakat dan Urusan Pemerintah di Digital Huaxia (Shenzhen) Technology Co., Ltd.
Ketika teknologi beralih menuju produksi massal, fondasi yang kuat dalam manufaktur presisi menjadi akselerator terbaik.
"Robot Valley di Shenzhen telah menciptakan saluran penjualan yang sangat baik. Kami menemukan distributor domestik terbesar kami di sini untuk membantu memasarkan robot kami di lebih dari 10 provinsi di seluruh negeri. Berkat lonjakan permintaan pasar dan integrasi rantai pasok kami, perusahaan kami telah sepenuhnya mencapai tahap produksi massal tahun ini," kata Ma Jiayi, Wakil Presiden Cross Dimension (Shenzhen) Intelligent Digital Technology Co., Ltd.