Xi'an, Bharata Online - Menurut Kantor Navigasi Satelit Tiongkok, Sistem Satelit Navigasi BeiDou baru saja menyelesaikan peningkatan (upgrade) di orbit untuk menghadirkan layanan berkualitas lebih tinggi.
Kantor tersebut menyatakan bahwa sembari memastikan operasional yang stabil, sistem ini akan mengembangkan teknologi navigasi baru guna menyediakan layanan penentuan posisi, navigasi, dan penentuan waktu yang lebih andal bagi pengguna global.
Proses peningkatan ini memakan waktu 140 hari, mulai dari 13 Maret hingga 31 Juli 2026, dan melibatkan seluruh satelit yang berada di orbit dalam sistem tersebut. Tim peningkatan satelit menggambarkan tugas ini sebagai pekerjaan dengan skala dan kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Persyaratan untuk peningkatan ini memang sangat ketat. Cakupannya luas, dan tugasnya adalah memastikan proses peningkatan berjalan mulus tanpa disadari oleh pengguna, dengan toleransi kesalahan nol persen, sehingga wajar jika kami merasakan tekanan yang lebih besar," ujar Mai Peng, Staf di Pusat Kendali Satelit Xi'an.
Menjelang peningkatan di orbit tersebut, tim meningkatkan frekuensi pemeriksaan kondisi (kesehatan) satelit target untuk memastikan satelit-satelit itu berada dalam kondisi optimal untuk menjalani peningkatan.
"Kami pada dasarnya melakukan pemeriksaan kesehatan satelit setiap bulan, dengan tinjauan menyeluruh setiap enam bulan. Untuk satelit yang cenderung lebih sering mengalami gangguan fungsi, pemeriksaan mungkin dilakukan lebih sering lagi," kata Liang Wenjie, anggota staf lainnya.
Demi memastikan kelancaran peningkatan di seluruh sistem, tim juga melakukan persiapan awal dengan mengunggah perangkat lunak dan perintah terkait ke satelit uji serta memantau statusnya secara ketat.
Setelah satelit uji berhasil menyelesaikan peningkatan dan statusnya terverifikasi normal, tim menerapkan proses yang sama pada satelit-satelit lainnya secara bertahap. Selanjutnya, tim mengonfigurasi ulang kode Pseudo Random Noise (PRN) satelit untuk meningkatkan akurasi dan stabilitas navigasi.
"Bagi pengguna pada umumnya, mengalihkan kode PRN dari satelit berkinerja tinggi ke rentang yang lebih luas, yang dapat diakses oleh sebagian besar perangkat konsumen, dapat meningkatkan akurasi dan stabilitas secara signifikan, terutama di wilayah dengan hambatan sinyal seperti daerah pegunungan," ujar Mai.
Setelah upaya selama lebih dari empat bulan, peningkatan tersebut berhasil diselesaikan tanpa dampak yang berarti bagi pengguna. Tim melaporkan adanya peningkatan substansial dalam akurasi dan stabilitas navigasi sistem tersebut.
"Peningkatan ini telah berhasil diselesaikan, namun kami akan terus melaksanakan tugas-tugas seperti pengelolaan satelit di orbit untuk memastikan satelit-satelit tersebut tetap beroperasi secara normal," ujar Wang Xingyu, anggota staf lainnya.
Sebagai sistem navigasi satelit global yang matang, berkinerja tinggi, dan berfungsi penuh, BDS saat ini memiliki 50 satelit operasional di orbit. Sistem ini menawarkan akurasi penentuan posisi global yang lebih baik dari 10 meter, akurasi pengukuran kecepatan lebih baik dari 0,2 meter per detik, serta akurasi penentuan waktu dalam rentang 20 nanodetik.
Melalui sinyal layanan Precise Point Positioning (PPP), sistem ini mampu mencapai akurasi penentuan posisi horizontal yang lebih baik dari 0,3 meter dan akurasi vertikal yang lebih baik dari 0,6 meter.