Beijing, Bharata Online - Perusahaan-perusahaan dengan investasi asing di Tiongkok mencatatkan volume perdagangan rekor tertinggi dalam tiga kuartal pertama tahun 2026. Berdasarkan data bea cukai terbaru yang dirilis pada hari Rabu (14/10), nilai impor dan ekspor tumbuh secara stabil, dengan ekspor produk berteknologi tinggi mengalami lonjakan.
Dalam konferensi pers di Beijing, Wang Jun, Juru Bicara sekaligus Wakil Kepala Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan dengan investasi asing merupakan kekuatan penting dalam perdagangan luar negeri Tiongkok.
"Perusahaan-perusahaan dengan investasi asing merupakan kekuatan penting dalam perdagangan luar negeri Tiongkok, sekaligus pihak yang berpartisipasi dalam dan memperoleh manfaat dari 'Peluang Tiongkok 2.0' (China Opportunity 2.0). Selama tiga kuartal pertama tahun ini, nilai impor dan ekspor mereka mencapai 11,69 triliun yuan (sekitar 31.344 triliun rupiah), meningkat 19 persen secara tahunan, rekor tertinggi untuk periode yang sama dalam sejarah," ujar Wang.
Wang menambahkan bahwa berbagai perusahaan dengan investasi asing kini memanfaatkan peluang yang muncul dari peningkatan industri Tiongkok serta pengembangan kekuatan produktif berkualitas baru. Perusahaan-perusahaan tersebut semakin terintegrasi ke dalam rantai industri dan inovasi Tiongkok, sembari terus memperkuat pijakan mereka di pasar Tiongkok dan meningkatkan skala investasi.
"Tiongkok memiliki populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa dengan lebih dari 400 juta penduduk berpenghasilan menengah, serta telah menjadi importir terbesar kedua di dunia selama 17 tahun berturut-turut. Pasar berskala besar ini menawarkan ruang pengembangan yang luas serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang stabil bagi perusahaan-perusahaan dengan investasi asing. Dalam tiga kuartal pertama tahun ini, impor yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dengan investasi asing tumbuh 21,1 persen secara tahunan," kata Wang.
Secara khusus, impor barang konsumsi oleh perusahaan-perusahaan dengan investasi asing di Tiongkok mencakup 34,5 persen dari total impor barang konsumsi negara tersebut. Dalam periode sembilan bulan itu, produk jam tangan dan pakaian yang diimpor oleh perusahaan-perusahaan tersebut masing-masing menyumbang 83,4 persen dan 62,3 persen dari total impor Tiongkok untuk kategori produk terkait.
Pada tiga kuartal pertama 2026, perusahaan-perusahaan dengan investasi asing di Tiongkok mencatatkan nilai perdagangan barang antara sebesar 7,9 triliun yuan (sekitar 21.183 triliun rupiah), meningkat 27,4 persen secara tahunan. Komponen-komponen utama untuk manufaktur canggih, termasuk komponen elektronik, suku cadang komputer, dan suku cadang pesawat, mengalami arus perdagangan dua arah yang kuat.
Semakin banyak perusahaan dengan investasi asing yang berhasil mencapai pertumbuhan dan pengembangan mereka sendiri, sembari terus memperdalam kehadiran mereka di pasar Tiongkok. Selama tiga kuartal pertama, lebih dari 150 perusahaan dengan investasi asing mencatatkan volume impor-ekspor yang melampaui 10 miliar yuan (sekitar 26,8 triliun rupiah). Jumlah ini bertambah 20 perusahaan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Ketersediaan sumber daya manusia berkualitas tinggi yang melimpah di Tiongkok, lingkungan inovasi yang kondusif, serta beragam skenario penerapan teknologi, membantu perusahaan dalam melakukan penelitian dan pengembangan teknologi hingga menghadirkan produk ke pasar. Hal ini mempercepat iterasi dan peningkatan produk bagi perusahaan-perusahaan dengan investasi asing di Tiongkok. Pada tiga kuartal pertama, ekspor oleh perusahaan-perusahaan dengan investasi asing tumbuh 17,2 persen secara tahunan, dengan ekspor produk berteknologi tinggi melonjak 42,1 persen, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor mereka secara keseluruhan," jelas Wang.
Saat ini, seluruh pembatasan akses investasi asing di sektor manufaktur telah dihapus sepenuhnya, dan kebijakan perlakuan nasional (national treatment) bagi perusahaan dengan investasi asing terus diterapkan secara konsisten.
Menurut Wang, diharapkan akan semakin banyak perusahaan dengan investasi asing yang memperkuat jejak mereka di Tiongkok, meraih kesuksesan serta tumbuh bersama perusahaan-perusahaan Tiongkok, dan turut menikmati peluang yang ditawarkan oleh "Peluang Tiongkok 2.0" (China Opportunity 2.0).