Beijing, Bharata Online - Perdagangan Tiongkok dengan negara-negara mitra inisiatif Belt and Road meningkat 17,1 persen secara tahunan menjadi 20,37 triliun yuan (sekitar 55 ribu triliun rupiah), selama tiga kuartal pertama tahun 2026. Angka ini mencakup 51 persen dari total perdagangan luar negeri Tiongkok, demikian disampaikan oleh pejabat bea cukai pada hari Rabu (14/10).

Lyu Daliang, Juru Bicara Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok, menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut terjadi di berbagai negara mitra.

"Dalam tiga kuartal pertama, perdagangan Tiongkok dengan hampir 80 persen negara mitra Belt and Road mengalami peningkatan. Negara-negara ini menyumbang 51 persen dari total perdagangan luar negeri Tiongkok dan berkontribusi sebesar 47,1 persen terhadap pertumbuhan perdagangan Tiongkok selama periode tersebut. Berdasarkan data internasional terkini, Tiongkok menempati posisi tiga besar mitra dagang bagi 134 negara mitra dalam tujuh bulan pertama, dan menjadi mitra dagang terbesar bagi 74 negara di antaranya," ujar Lyu.

Ekspor Tiongkok ke negara-negara mitra tersebut mencakup berbagai komoditas, mulai dari barang untuk proyek infrastruktur hingga peralatan medis.

"Dari sisi ekspor, Tiongkok telah memajukan berbagai proyek unggulan berskala besar serta inisiatif yang lebih kecil yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selama tiga kuartal pertama, ekspor barang untuk proyek konstruksi yang dikontrakkan di negara-negara mitra mencapai hampir 100 miliar yuan (sekitar 268,2 triliun rupiah), yang mendukung pengembangan proyek-proyek infrastruktur utama. Ekspor robot bedah ke negara-negara mitra meningkat 290 persen, yang turut membantu meningkatkan layanan kesehatan," kata Lyu.

Sementara dari sisi impor, Lyu menyoroti peningkatan pembelian produk pertanian serta pemberian izin baru yang memungkinkan lebih banyak barang dari negara-negara mitra untuk masuk ke pasar Tiongkok.

"Impor produk pertanian Tiongkok dari Mesir, Senegal, dan Kenya mencatatkan pertumbuhan dua digit. Bulan lalu, bea cukai Tiongkok juga menyetujui impor buah prem dan aprikot dari Tajikistan, daun salam dari Turki, serta ceri dari Afrika Selatan. Ke depannya, akan lebih banyak produk berkualitas tinggi dari negara-negara mitra Belt and Road yang masuk ke pasar Tiongkok, sehingga menciptakan peluang lebih luas untuk kerja sama yang saling menguntungkan," ungkap Lyu.