Beijing, Bharata Online - Data bank sentral yang dirilis pada hari Rabu (14/10) menunjukkan bahwa total pembiayaan untuk sektor riil di Tiongkok mencapai 468,17 triliun yuan (sekitar 1,25 juta triliun rupiah) pada akhir Agustus 2026, dengan tingkat pertumbuhan yang wajar sebesar 7,1 persen secara tahunan.
Menurut Bank Rakyat Tiongkok (People's Bank of China/PBOC), M2, ukuran luas jumlah uang beredar yang mencakup uang tunai dalam sirkulasi dan seluruh simpanan, telah meningkat sebesar 7,2 persen secara tahunan menjadi 359,63 triliun yuan (sekitar 964 ribu triliun rupiah) pada akhir bulan lalu.
PBOC menyatakan bahwa tingkat pertumbuhan kedua agregat tersebut selaras dengan target yang diproyeksikan untuk pertumbuhan ekonomi dan tingkat harga umum. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang wajar dalam volume total pembiayaan serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan menuju hasil yang baru, lebih baik, dan lebih positif.
Dalam tiga kuartal pertama, pembiayaan gabungan dari obligasi dan saham mencakup 49,5 persen dari total peningkatan pembiayaan untuk sektor riil, melampaui porsi pinjaman sebesar hampir 7 poin persentase. Kondisi ini mencerminkan percepatan pembiayaan melalui obligasi dan ekuitas, serta saluran pembiayaan yang semakin beragam.
Pada periode yang sama, pinjaman dalam mata uang RMB meningkat sebesar 11,52 triliun yuan (sekitar 31 ribu triliun rupiah), dengan dana yang semakin banyak mengalir ke sektor inovasi teknologi, pembangunan hijau, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).