Hangzhou, Bharata Online - Perusahaan teknologi multinasional telah membawa produk-produk terbaru mereka ke ajang Global Digital Trade Expo (GDTE) ke-5 yang sedang berlangsung di Tiongkok, dengan tujuan menjajaki lebih banyak peluang pertumbuhan di pasar Tiongkok yang sangat luas.

Berlangsung dari tanggal 23 hingga 27 September 2026 di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang di Tiongkok Timur, pameran selama lima hari itu telah menarik lebih banyak delegasi luar negeri dibandingkan gabungan seluruh penyelenggaraan sebelumnya. Acara ini mencakup area pameran seluas 170.000 meter persegi, dengan peserta pameran internasional menempati lebih dari 20 persen ruang pameran tersebut.

Salah satu produk paling populer dalam pameran ini adalah kendaraan listrik tanpa pengemudi (otonom) milik Tesla, Cybercab, yang telah menarik perhatian luas dari para pengunjung.

Tanpa setir, pedal, maupun kaca spion konvensional, Cybercab merupakan model produksi massal pertama di dunia yang dirancang khusus untuk kemampuan mengemudi secara otonom.

Kendaraan ini tidak menggunakan lidar atau peta beresolusi tinggi untuk navigasi, melainkan hanya mengandalkan delapan kamera yang terpasang pada kendaraan, serta memanfaatkan analisis visi murni (pure vision) dan teknologi jaringan saraf tiruan end-to-end untuk menjalankan fungsi mengemudi otonom.

Di area pameran layanan kesehatan cerdas, stan antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) milik perusahaan raksasa teknologi medis asal AS, Medtronic, juga menarik banyak pengunjung.

Ini merupakan partisipasi perdana Medtronic dalam Digital Trade Expo, dengan perusahaan tersebut memamerkan perangkat yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi antarmuka otak-komputer untuk membaca sinyal otak serta menyusun rencana diagnosis dan pengobatan yang dipersonalisasi bagi pasien Parkinson.

"Produk ini adalah alat pacu otak (brain pacemaker) terkecil dan teringan di dunia. Teknologi penginderaannya yang unik mampu mendeteksi sinyal listrik abnormal di otak pasien, lalu menganalisis dan mengaturnya," ujar Cai Xinqiang, Manajer Bisnis Neuromodulasi Medtronic di Tiongkok.

Menurut pihak penyelenggara, salah satu sorotan utama pameran tahun ini adalah kehadiran kuat perusahaan-perusahaan internasional terkemuka, termasuk 55 perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune Global 500.

"Pameran tahun ini telah menarik lebih dari 2.000 peserta pameran, termasuk lebih dari 400 peserta dari luar negeri. Ajang ini mempertemukan perusahaan-perusahaan global terkemuka seperti Google, Amazon, dan Tesla, serta perusahaan-perusahaan yang telah berpartisipasi dalam pameran ini selama lima tahun berturut-turut," kata Li Yang, Sekretaris Jenderal Sekretariat Panitia Penyelenggara GDTE.

Digital Trade Expo memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana untuk menghubungkan berbagai peluang bisnis global. Menurut Qiu Sheng, Wakil Presiden Amazon Tiongkok, perusahaan-perusahaan teknologi raksasa dari luar negeri sedang menjajaki kemitraan dalam ekosistem inovasi cerdas dan manufaktur Tiongkok.

"Tiongkok memiliki sistem manufaktur terlengkap di dunia, ekosistem inovasi digital yang sangat dinamis, serta komunitas wirausahawan yang besar dan bersemangat untuk berekspansi secara global. Oleh karena itu, kami melihat adanya potensi yang sangat besar. Melalui pameran ini, kami dapat menghubungkan berbagai bisnis dengan pelaku e-commerce lintas batas secara efisien dan mencapai hasil yang saling menguntungkan," ujarnya.

Hingga saat ini, lebih dari 50.000 pembeli profesional dari 163 negara dan wilayah telah mendaftar untuk acara tersebut, termasuk lebih dari 12.000 pembeli internasional. Nilai daftar pengadaan internasional yang telah disepakati sebelumnya telah mencapai 1,085 miliar dolar AS (sekitar 19,4 triliun rupiah).