Beijing, Bharata Online - Sebuah delegasi internasional yang terdiri dari anggota partai politik dan perwakilan lembaga pemikir (think tank) baru-baru ini mengunjungi pusat layanan hotline warga 12345 di Beijing. Di sana, mereka melihat secara langsung bagaimana kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk menghubungkan warga dengan instansi pemerintah melalui satu panggilan telepon.
Layanan 12345 Tiongkok merupakan hotline layanan publik berskala nasional yang menghubungkan warga dengan instansi pemerintah untuk meminta bantuan, melaporkan masalah, atau mengakses layanan publik.
Di pusat layanan Beijing tersebut, para anggota delegasi menyampaikan kesan mereka mengenai operasional pusat layanan itu.
"Ini adalah kali pertama saya melihat secara nyata bagaimana keseluruhan mekanismenya bekerja. Tingkat transparansi dan keterbukaan yang ada sungguh di luar dugaan saya," ujar Filip Filipovic, Penasihat di Belt and Road Institute di Beograd.
"Skala operasionalnya secara keseluruhan, skala pelayanannya sungguh mengesankan," kata Michal Pazic, Anggota Young Social Democrats di Slovakia.
Selain skala operasionalnya yang masif, hal yang sangat menarik perhatian banyak delegasi adalah filosofi yang mendasari layanan tersebut.
"Konsep yang berpusat pada rakyat, yang juga diusung dalam doktrin PKT, tercermin di sini. Cara warga mendapatkan bantuan dan dukungan dari pemerintah mereka sungguh mengesankan," ujar Francis Michael, Kepala Sekolah Partai Chama Cha Mapinduzi (CCM) di Tanzania.
Bagi sebagian orang, pengalaman tersebut menjadi semakin berkesan saat mereka menyaksikan penggunaan teknologi penerjemahan berbasis AI serta analisis data secara real-time.
"Menurut pendapat dan pengalaman saya, Tiongkok adalah negara paling maju dalam penggunaan AI. Di setiap sektor industri Tiongkok, mulai dari robotika hingga layanan perkotaan, Anda bisa melihat bagaimana AI diterapkan. Saya sempat mendengarkan sebuah panggilan layanan. Sang wanita berbicara dalam bahasa Mandarin, sementara lawan bicaranya menggunakan bahasa yang berbeda. Namun, saya bisa mendengarkan seluruh terjemahannya secara simultan. Hasilnya sangat akurat. AI juga digunakan dalam analisis data. Saya pernah mendengarnya di berita, tetapi melihat langsung data yang mengalir dan analisis yang berjalan secara real-time sungguh membuat saya merinding. Saya bisa membayangkan bagaimana keseluruhan sistem bekerja untuk menjalankan semua ini. Ini bukanlah tugas yang sederhana. Saya memperkirakan ada sekitar 5.000 orang yang bekerja di gedung ini hanya untuk memastikan layanan kota tetap berjalan. Sungguh pekerjaan yang luar biasa," jelas Filipovic.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, model ini tiada duanya. Sistem ini telah mengintegrasikan AI. AI telah dimanfaatkan sepenuhnya, dan menurut saya, pemerintah Tiongkok benar-benar mengoptimalkan penggunaan teknologi ini secara maksimal. Hal ini terlihat dari apa yang dilakukan, jumlah orang yang terlayani, serta cara pelayanannya, semuanya sangat mengesankan. Populasi Beijing mungkin setara dengan separuh penduduk negara saya, namun seluruh warga tersebut dapat dijangkau dengan mudah, hanya melalui panggilan telepon. Ini adalah hal yang sangat mengesankan," kata Francis Michael.