California, Bharata Online - CEO Tesla, Elon Musk, menyampaikan penilaian yang mencolok mengenai pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok. Ia meyakini bahwa negara tersebut akan mengatasi kendala komputasi yang dihadapinya dalam dua hingga tiga tahun ke depan, sembari melontarkan prediksi berani tentang bagaimana teknologi canggih, seperti robot humanoid dan AI yang akan mengubah total cara kita menjalani hidup.
Dalam wawancara dengan China Media Group (CMG) di kantor pusat teknik Tesla di Silicon Valley, California, pada hari Selasa (22/9), Musk membagikan pandangannya mengenai AI. Topik ini tengah menjadi sorotan dalam beberapa minggu terakhir seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap pesatnya perkembangan AI serta kebutuhan akan tata kelola global yang lebih baik bagi teknologi yang terus berkembang cepat ini.
"Model AI Tiongkok sebenarnya sangat luar biasa. Jika melihat peringkat kecerdasannya, terutama mengingat keterbatasan sumber daya komputasi yang dimiliki perusahaan AI Tiongkok, kinerjanya sangat hebat. Tiongkok mungkin mencatatkan kinerja terbaik dalam hal performa per unit komputasi. Dan seperti yang pernah saya sampaikan secara terbuka, menurut saya Tiongkok akan mengatasi keterbatasan komputasi tersebut lebih cepat daripada perkiraan kebanyakan orang. Perkiraan kasar saya, Tiongkok akan mampu mengatasi kendala komputasi melalui teknologi litografi dan pembuatan cip dalam waktu sekitar dua atau tiga tahun," ujar Musk.
Pengusaha itu juga menyoroti pertumbuhan pesat robot humanoid dan memaparkan visinya mengenai penerapan teknologi ini di masa depan. Ia bahkan memprediksi bahwa penggunaan robot humanoid secara luas kelak bisa menyerupai tingkat interaksi dan persahabatan yang sering digambarkan dalam berbagai film fiksi ilmiah.
"(Saya yakin akan ada) setidaknya satu miliar robot humanoid dalam kurun waktu 10 tahun, atau mungkin kurang dari itu. Saya rasa jumlahnya akan terus bertambah. Jika kita berasumsi bahwa jumlahnya kira-kira berlipat ganda setiap tahun, maka setiap tiga atau empat tahun akan terjadi peningkatan sepuluh kali lipat. Katakanlah dalam 15 tahun ada 10 miliar robot, dan dalam 20 tahun jumlahnya mencapai 100 miliar. Bayangkan seperti di film Star Wars, dengan ada C-3PO dan R2-D2—robot-robot yang ramah dan sangat membantu. Bukankah luar biasa jika setiap orang bisa memiliki C-3PO dan R2-D2 pribadi? Namun, robot masa depan ini akan jauh lebih hebat, lebih produktif, dan mampu merawat orang tua yang sudah lanjut usia, menjadi penjaga serta pengawas bagi anak-anak, atau bahkan berperan sebagai guru privat yang mendampingi anak Anda secara personal, sekaligus menangani berbagai pekerjaan lain yang bisa Anda bayangkan," jelas Musk.
"Saya rasa semua orang menginginkan masa depan dengan mereka bisa memiliki robot pribadi. Kita juga akan melihat banyak situasi di mana satu orang mengelola ratusan, atau bahkan ribuan robot, baik robot fisik maupun robot digital, sehingga produktivitas individu tersebut akan meningkat pesat. Prediksi saya adalah akan tercipta kondisi yang pada dasarnya merupakan pendapatan tinggi yang merata bagi semua orang. Bahkan, menurut saya, uang mungkin tidak lagi menjadi hal yang penting di masa depan," lanjutnya.
Mengingat kemajuan yang berpotensi mengubah hidup ini, dengan mesin akan mengambil alih sebagian besar pekerjaan, Musk ditanya mengenai bidang apa saja yang masih akan ditangani oleh manusia. Ia menyatakan bahwa manusia tetap perlu memiliki pengetahuan umum yang luas agar dapat berinteraksi dengan AI serta teknologi mutakhir lainnya, sehingga potensi tak terbatas dari teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sepenuhnya.
"Saran saya terkait pendidikan adalah menempuh pendidikan yang seluas-luasnya, mencakup seni dan sains, teknik, serta wawasan umum yang luas. Untuk mengetahui apa yang harus diminta dari robot, Anda perlu mampu merumuskan pertanyaannya. Dengan wawasan umum seluas mungkin, Anda akan lebih mampu merumuskan pertanyaan, atau apa yang mereka sebut sebagai 'prompt engineering', mungkin. Intinya, Anda harus bisa menyampaikan keinginan Anda kepada robot. Dan meskipun terdengar gila, kita akan kehabisan pertanyaan untuk diajukan. Nantinya akan ada begitu banyak robot dan AI, hingga AI justru akan sangat antusias menantikan permintaan apa pun yang mungkin Anda miliki, karena permintaan tersebut akan segera dipenuhi," jelas Musk.