Barcelona, Bharata Online - Kemajuan pesat Tiongkok dalam kecerdasan buatan (AI) menjadi sorotan utama dalam diskusi teknologi global di AI Summit Barcelona 2026 yang dibuka pada hari Selasa (22/9), serta menuai pujian dari para pemimpin industri dan pakar internasional yang hadir dalam acara tersebut.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini diselenggarakan di World Trade Center di Barcelona, ​​sebuah kota yang terletak di pesisir timur laut Spanyol.

Data resmi menunjukkan bahwa pada tahun 2025, skala industri inti AI Tiongkok telah melampaui 1,2 triliun yuan (sekitar 3.191 triliun rupiah), dengan dukungan lebih dari 6.200 perusahaan.

Sebuah analisis perbandingan terhadap model-model besar yang dirilis dalam acara tersebut mengevaluasi berbagai platform berdasarkan metrik utama, termasuk kemampuan inti, jendela konteks, kinerja multimodal, bobot terbuka (open weights), dan efisiensi biaya, dengan model-model asal Tiongkok seperti DeepSeek dan Qwen tampil menonjol dalam diskusi mengenai model berbobot terbuka.

"Apa yang terjadi di Tiongkok dalam 20 tahun terakhir sungguh luar biasa. Negara itu kini memimpin perubahan. Sebagai contoh, model-model yang kita lihat, seperti Kimi atau DeepSeek, mampu melangkah lebih jauh dibandingkan beberapa perusahaan Amerika berkat sifat open source (sumber terbuka) yang mereka usung. Kita perlu menjalin kerja sama yang lebih luas dengan Tiongkok karena kita akan bergerak Bersama. Bagaimanapun juga, ini adalah permainan berskala global," ujar Guillaume Rostand, CEO AI Events Barcelona.

"Menurut saya, apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan Tiongkok sangat mengesankan. Mereka benar-benar mendorong batas-batas inovasi dalam ranah open source," kata Kacper Poniatowski, seorang insinyur AI.

Para peserta pameran dari Eropa juga menekankan potensi pertumbuhan melalui kolaborasi, sembari tetap memperhatikan prioritas regulasi di kawasan mereka.

"Kami menyambut baik semua model yang berasal dari Tiongkok. Kualitasnya sangat bagus. Tentu saja, kita perlu memastikan aspek keamanannya, mengingat di Eropa kita banyak membahas soal keamanan. Namun di saat yang sama, kita juga harus berpikiran maju seperti Tiongkok. Dalam hal ini, Tiongkok menjadi contoh bagi dunia," ujar Rodny Coronel, salah satu peserta pameran.