Hefei, Bharata Online - Proyek fusi nuklir unggulan Tiongkok mencapai tonggak sejarah penting menjelang liburan Hari Nasional yang dimulai pada hari Kamis (1/10), dengan rampungnya kompleks utama fasilitas Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak (BEST) di Hefei, Provinsi Anhui, Tiongkok Timur.
Fasilitas BEST merupakan salah satu upaya besar Tiongkok dalam bidang fusi nuklir terkendali dan dirancang untuk mereplikasi reaksi fusi nuklir yang terjadi di dalam matahari, guna membuka akses terhadap sumber energi bersih yang hampir tak terbatas.
Sejak bulan Juli 2026, sejumlah komponen utama fasilitas BEST telah tiba di lokasi secara bertahap, dan pekerjaan perakitan terus berjalan lancar dengan lebih dari separuh keseluruhan pekerjaan kini telah rampung.
Dengan selesainya pembangunan kompleks luar, unit utama baru-baru ini memasuki tahap paling menantang di dalam fasilitas raksasa tersebut. Proses yang akan menghasilkan fusi nuklir ini dapat dibayangkan sebagai sebuah "termos" raksasa yang terdiri dari lapisan demi lapisan. Dimulai dari bejana vakum yang berada paling dalam, para insinyur perlu memasang secara berurutan pelindung dingin (cold shield), magnet medan toroidal, serta berbagai komponen internal presisi lainnya.
Bejana vakum berfungsi sebagai "tungku" tempat terjadinya reaksi fusi, sementara pelindung dingin bertindak sebagai lapisan isolasi super yang menghambat perpindahan panas. Magnet medan toroidal menghasilkan medan magnet yang sangat kuat untuk mengurung plasma bersuhu tinggi dan mencegahnya menyentuh dinding wadah.
Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian fusi Tiongkok telah mengalami percepatan; perangkat BEST, yang dipandang sebagai "matahari buatan" generasi berikutnya bagi negara tersebut, dijadwalkan rampung pada akhir tahun 2027. Perangkat ini akan melakukan eksperimen plasma pembakaran deuterium-tritium dengan target daya fusi sebesar 20 hingga 200 megawatt serta mencapai perolehan energi bersih yang signifikan.
Energi fusi, yang mereplikasi proses pembangkitan daya matahari, digadang-gadang sebagai sumber energi bersih yang ideal. Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah menggunakan teknik seperti pengurungan magnetik untuk menciptakan kondisi ekstrem yang diperlukan bagi terjadinya fusi.