Berlin, Bharata Online - Teknologi kecerdasan buatan (AI) mutakhir dan teknologi kereta hidrogen rendah karbon dari perusahaan-perusahaan Tiongkok menjadi sorotan utama dalam ajang InnoTrans ke-15 di Berlin, menarik perhatian luas dari para profesional industri di seluruh dunia.

Acara dua tahunan yang dikenal luas sebagai pameran teknologi perkeretaapian terkemuka di dunia ini diselenggarakan di Messe Berlin mulai hari Selasa (22/9) hingga Jumat (25/9), serta menarik lebih dari 3.000 peserta pameran dari berbagai penjuru dunia, termasuk lebih dari 200 peserta dari Tiongkok.

Salah satu pameran unggulan dari Tiongkok adalah "VELLINK", sebuah kereta metro digital yang dilengkapi dengan teknologi "kecerdasan terwujud" (embodied intelligence), yang merupakan prioritas penelitian utama bagi industri sarana perkeretaapian Tiongkok.

Teknologi ini mengubah definisi kereta dari sekadar kendaraan pelaksana perintah menjadi entitas cerdas yang mampu mempersepsikan lingkungan sekitarnya, menganalisis kondisi, dan membuat keputusan operasional secara mandiri.

Kereta ini dilengkapi dengan lebih dari 600 sensor, yang dipadukan dengan kamera, sistem radar, dan platform komputasi internal untuk memberikan persepsi real-time mengenai lingkungan jalur dan status kendaraan. Algoritma kecerdasan buatan kemudian mendukung pengambilan keputusan berbasis data, yang secara efektif memberikan kemampuan persepsi maupun kognisi pada kereta tersebut.

"Kereta VELLINK ini adalah kereta yang sangat inovatif dan mutakhir dalam berbagai aspek, sebagaimana yang telah kita pelajari. Tentu saja, terdapat banyak fitur baru yang didorong oleh teknologi AI. Saya sangat yakin bahwa AI merupakan langkah yang sangat penting bagi industri perkeretaapian, dan kereta ini merupakan contoh yang sangat baik, serta hasil pengembangan dan peningkatan yang luar biasa," ujar Frank Spörl, Global Senior Vice President Divisi Perkeretaapian di TÜV Rheinland.

Jika teknologi kecerdasan terwujud membuat kereta menjadi lebih "cerdas", inovasi lain dari Tiongkok, yakni lokomotif hibrida sel bahan bakar hidrogen, menjawab tantangan utama lainnya dalam transportasi kereta api: mewujudkan dekarbonisasi.

Ditenagai oleh sel bahan bakar hidrogen, lokomotif ini memiliki tingkat pemanfaatan hidrogen lebih dari 98 persen dan waktu pengisian bahan bakar sekitar 15 hingga 20 menit. Lokomotif ini menghadirkan solusi rendah karbon baru yang menjanjikan untuk jalur kereta api non-elektrik dan operasi langsir di stasiun.

"Saya yakin hidrogen memiliki prospek pengembangan yang sangat menjanjikan. Saya bisa membayangkan hidrogen menjadi alternatif ideal bagi lokomotif diesel dan sistem tenaga lainnya di masa mendatang. Saya akan terus memantau perkembangannya dengan saksama. Ini jelas merupakan inovasi yang sangat bagus," ujar Finn Siering, seorang pakar industri yang menghadiri pameran tersebut.

Selain kereta pintar dan tenaga hidrogen, para peserta pameran dari Tiongkok juga menampilkan material ringan, sistem traksi berefisiensi tinggi, dan solusi digital dalam ajang tersebut. Berbagai kemajuan ini mendorong transisi hijau di sektor perkeretaapian, beralih dari langkah-langkah penghematan energi yang bersifat parsial menuju transformasi yang lebih sistematis dan menyeluruh.