Tiongkok, Bharata Online - Jumlah agen AI aktif di Tiongkok diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) lebih dari 150 persen antara tahun 2026 dan 2030 seiring dengan semakin matangnya teknologi agen, menurut sebuah laporan mengenai pengembangan daya komputasi kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok yang dirilis pada hari Senin (21/9).

Laporan tersebut menyatakan bahwa peralihan peran AI dari sekadar pembuatan konten menuju pelaksanaan tugas sedang berlangsung pesat. Jumlah agen AI aktif di seluruh dunia diproyeksikan meningkat dari 79,4 juta pada tahun 2026 menjadi 2,216 miliar pada tahun 2030.

Di Tiongkok, jumlah agen AI aktif telah mencapai 4,95 juta pada tahun 2026 dan diperkirakan akan tumbuh menjadi 197 juta pada tahun 2030, yang mencerminkan CAGR sebesar 151,2 persen, menurut laporan yang dirilis bersama oleh perusahaan riset pasar International Data Corporation (IDC) dan perusahaan TI asal Tiongkok, Inspur Information.

Investasi pada daya komputasi yang menopang aplikasi AI juga berkembang pesat. Pasar daya komputasi AI global diperkirakan akan mencapai 1,25 triliun dolar AS (sekitar 22.278 triliun rupiah) pada tahun 2030, dengan pasar Tiongkok menyumbang nilai sebesar 150,1 miliar dolar AS (sekitar 2.674 triliun rupiah). Kedua angka tersebut merupakan empat kali lipat dari nilai pada tahun 2025, demikian menurut laporan tersebut.