New York, Bharata Online - Pakar strategi AI asal Amerika, Joe Weinman, menyatakan bahwa saluran komunikasi antara Tiongkok dan Amerika Serikat harus aman dan dapat diverifikasi, mengingat kemampuan AI untuk melakukan penipuan, serta menekankan pentingnya kerja sama antara kedua kekuatan tersebut, terutama karena risiko terkait AI dapat memicu insiden yang membawa dampak katastropik.
Tiongkok dan AS telah sepakat untuk membentuk dialog AI guna bertukar pandangan mengenai risiko dan manfaat teknologi ini, serta menyediakan saluran komunikasi khusus untuk menangani insiden terkait AI. Kesepakatan itu merupakan salah satu hasil utama dari pertemuan puncak terbaru antara Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Presiden AS, Donald Trump, saat kunjungan kenegaraan Xi ke AS bulan lalu.
Weinman, yang dikenal secara internasional sebagai pakar komputasi awan dan dampaknya terhadap ekonomi global, menyambut baik pengumuman mengenai dialog tersebut. Dalam wawancara dengan China Global Television Network (CGTN), ia membahas bagaimana saluran komunikasi semacam itu dapat beroperasi dan bagaimana kedua negara dapat bekerja sama sembari mengelola persaingan di antara mereka.
"Saluran komunikasi sangatlah penting untuk memastikan bahwa komunikasi tetap terbuka di semua tingkatan, baik itu tingkat pimpinan, penelitian, militer, dan sebagainya. Mengingat AI telah terbukti mampu melakukan penipuan, sangatlah krusial agar saluran komunikasi tersebut aman dan dapat diverifikasi, sehingga tidak justru menjadi celah serangan atau sumber risiko baru," ujarnya.
Meskipun negara dan perusahaan dapat memperoleh manfaat dari persaingan maupun kerja sama, Weinman menekankan bahwa kerja sama di bidang AI memiliki karakteristik berbeda karena teknologi ini membawa risiko besar, sehingga kerja sama antara Tiongkok dan AS menjadi sangat penting.
"Negara maupun perusahaan dapat memperoleh manfaat dengan membangun keunggulan strategis yang kompetitif. Mereka juga bisa mendapat manfaat melalui kerja sama. Namun, dalam hal ini, sifat kerja samanya sangatlah berbeda. Situasinya tentu berbeda jika kita, katakanlah, bergerak di bidang budidaya padi. Saya memiliki perusahaan yang menjalankan usaha tersebut, begitu pula pesaing saya, dan kami berdua ingin mencari cara baru untuk meningkatkan hasil panen sehingga kami bisa bekerja sama. Di sini, kita berbicara mengenai potensi risiko eksistensial. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi dua negara terkemuka untuk bekerja sama dalam menghadapi risiko yang dapat memicu insiden katastrofik, baik yang mengancam infrastruktur vital, membahayakan nyawa manusia, maupun risiko yang dampaknya jauh lebih luas dari itu," jelas pakar tersebut.