Ningbo, Bharata Online - Pabrik-pabrik di Ningbo, salah satu pusat manufaktur utama Tiongkok, sedang memasang panel fotovoltaik di atap untuk memenuhi lonjakan permintaan listrik di bawah inisiatif "Enam Jaringan" (Six Networks) Tiongkok. Langkah ini telah mendorong peningkatan infrastruktur pada sistem jaringan listrik setempat.

Tiongkok sedang mempertimbangkan investasi bernilai triliunan yuan melalui inisiatif "Enam Jaringan" itu, seiring upaya negara tersebut untuk memperluas permintaan domestik dan menstabilkan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian eksternal serta ketidakseimbangan pasokan-permintaan domestik yang masih berlanjut.

"Enam Jaringan" tersebut mencakup jaringan air, jaringan listrik jenis baru, jaringan daya komputasi, jaringan komunikasi generasi mendatang, jaringan pipa bawah tanah perkotaan, dan jaringan logistik.

Di sebuah pusat manufaktur di Ningbo, lini produksi pintar beroperasi dengan kapasitas penuh, dengan sebagian pasokan listrik berasal dari panel fotovoltaik yang terpasang di atap fasilitas tersebut. Hingga saat ini, total luas panel fotovoltaik atap di Ningbo setara dengan 5.000 lapangan sepak bola standar jika digabungkan, dengan kapasitas terpasang melebihi 10 juta kilowatt.

Panel fotovoltaik atap tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan listrik fasilitas tersebut, tetapi juga memberikan pendapatan tambahan, ujar kepala unit bisnisnya.

"Perusahaan dapat menghemat biaya energi lebih dari 10 juta yuan (sekitar 26,7 miliar rupiah) setiap tahunnya. Kelebihan listrik dapat disalurkan ke jaringan untuk menghasilkan pendapatan. Ini ibarat membangun satu lini produksi tambahan bagi perusahaan di atas atap," kata Ma Ji, Kepala Unit Bisnis Ningbo FOTILE Kitchen Ware Co., Ltd.

Namun, ketika panel fotovoltaik dalam jumlah besar terhubung ke jaringan listrik, bagaimana jaringan tersebut harus merespons "uji tekanan" ini? Pusat Komando Pasokan Listrik Ningbo menghadapi tantangan tersebut.

"Dulu, listrik disalurkan dari pembangkit listrik kami ke setiap rumah tangga. Itu ibarat 'jalur tunggal'. Namun kini, dengan banyaknya panel fotovoltaik di atap, yang masing-masing berfungsi layaknya pembangkit listrik kecil, yang menyalurkan listrik ke jaringan, sistem ini harus berubah menjadi 'jalur ganda'. Jaringan kami saat ini tidak mampu menanganinya," ujar Lu Zhiming, Direktur Pusat Komando Layanan Pasokan Listrik di State Grid Ningbo Power Supply Company.

Tantangan yang dihadapi Ningbo juga merupakan tantangan bagi pembangunan jaringan listrik jenis baru di seluruh Tiongkok. Saat ini, kapasitas terpasang energi baru rata-rata meningkat sekitar 200 juta kilowatt setiap tahunnya, sehingga sangat dibutuhkan jaringan listrik jenis baru yang lebih tangguh untuk memungkinkan pembangkitan, transmisi, dan penggunaan listrik bersih secara andal.

Baru-baru ini, teknisi State Grid memasang sejumlah perangkat pada tiang dan menara di jalan-jalan serta gang-gang kota, mengubah informasi yang sebelumnya tidak terlihat, seperti output fotovoltaik, aliran daya, dan beban saluran, menjadi peta visual yang intuitif mengenai fluktuasi energi. Para peneliti telah memasukkan data meteorologi dalam jumlah besar ke dalam sistem pengaturan beban listrik (power dispatch system), serta memanfaatkan prakiraan sinar matahari dan suhu di masa depan untuk menghitung perubahan pembangkitan listrik fotovoltaik sebelumnya.

"Melalui penggunaan model ini, kami telah meningkatkan akurasi prakiraan hingga lebih dari 96 persen. Hal ini mengubah pola pengaturan jaringan kami dari respons pasif menjadi prediksi dan pengendalian proaktif, sehingga memberikan kami keyakinan yang jauh lebih besar," ujar Cai Zhenhua, Ahli tTingkat 4 di Pusat Pengaturan Beban Listrik, State Grid Ningbo Power Supply Company.

Upaya eksplorasi itu menjadikan energi baru berskala besar yang baru terhubung ke jaringan lebih mudah diprediksi, diatur, dan dikendalikan.

Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok, yang mencakup periode tahun 2026 hingga 2030, membahas peningkatan infrastruktur konvensional serta pengembangan infrastruktur baru. Jaringan infrastruktur ini saling terkoordinasi dan memperkuat satu sama lain, serta sangat penting bagi kehidupan sehari-hari karena menjamin pasokan listrik yang stabil, konektivitas yang lebih cepat, ketahanan air, kota yang aman dan bersih, serta sistem pengiriman yang efisien.

Mekanisme koordinasi infrastruktur mutakhir di negara ini telah membuahkan hasil. Di sepanjang Kanal Pinglu dan Pelabuhan Ningbo-Zhoushan, sektor transportasi air, logistik, dan jaringan digital dikembangkan secara bersamaan untuk memperluas kapasitas, meningkatkan pengendalian banjir, dan menaikkan efisiensi. Selain itu, pusat komputasi, jaringan listrik, dan jaringan komputasi Tiongkok terus saling berbagi data guna menyelaraskan pasokan dengan permintaan secara lebih baik.