BEIJING, Bharata Online - Dari peluncuran satelit dan eksplorasi bulan hingga pelatihan astronot dan layanan navigasi satelit, Tiongkok dan Pakistan telah secara konsisten memperluas kemitraan kedirgantaraan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Apa yang awalnya sebagian besar berfokus pada satelit komunikasi dan penginderaan jarak jauh kini beralih ke penerbangan luar angkasa berawak dan eksplorasi ruang angkasa dalam, menjadi salah satu contoh paling nyata dari kerja sama Selatan-Selatan di sektor antariksa.
Salah satu perkembangan terbesar terjadi pada bulan April, ketika Tiongkok menyelesaikan proses seleksi untuk kelompok pertama astronot asing yang akan berpartisipasi dalam program stasiun ruang angkasa negara tersebut. Dua kandidat Pakistan, Muhammad Zeeshan Ali dan Khurram Daud, telah dipilih untuk menjadi astronot asing pertama yang akan dilatih untuk misi stasiun ruang angkasa Tiongkok di masa mendatang.
Menurut Badan Antariksa Berawak Tiongkok, salah satu dari mereka kemungkinan akan menjadi astronaut asing pertama yang memasuki stasiun ruang angkasa Tiongkok setelah menyelesaikan semua pelatihan dan evaluasi.

Gambar matahari dan bulan yang diambil oleh CubeSat Pakistan, ICUBE-Q, 8 Mei 2024. /CNSA
Kemitraan ini juga meluas hingga melampaui orbit Bumi.
Pada tahun 2024, CubeSat Pakistan dibawa oleh misi bulan Chang'e-6 milik China, menandai partisipasi pertama Pakistan dalam proyek eksplorasi bulan. Satelit tersebut kemudian mengirimkan kembali data pencitraan bulan ke Pakistan, menjadi tonggak penting dalam ambisi luar angkasa negara tersebut.
Tiongkok dan Pakistan telah menandatangani perjanjian kerja sama mengenai Stasiun Penelitian Bulan Internasional, dengan kerja sama muatan di masa depan pada misi Chang'e-8 Tiongkok yang akan datang.

Roket komersial Tiongkok mengirimkan tiga satelit ke luar angkasa pada 19 Oktober 2025. /China Media Group
Pakistan juga merupakan negara luar negeri pertama yang sepenuhnya mengadopsi Sistem Navigasi Satelit BeiDou milik Tiongkok untuk penggunaan komersial. Sistem ini telah diterapkan di berbagai sektor termasuk pertanian, transportasi, logistik, dan pemantauan bencana.
Penyedia jasa peluncuran asal Tiongkok juga telah membantu Pakistan meluncurkan berbagai satelit komunikasi dan penginderaan jarak jauh dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Mei 2024, Tiongkok berhasil meluncurkan satelit komunikasi multi-misi Pakistan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di barat daya Tiongkok. Pada tahun 2025, sebuah perusahaan roket komersial Tiongkok meluncurkan tiga satelit ke orbit, termasuk satelit penginderaan jauh Pakistan.
Seiring semakin banyak negara yang berupaya mengakses jaringan satelit, penelitian bulan, dan teknologi luar angkasa, kerja sama Tiongkok-Pakistan menjadi contoh bagaimana kolaborasi Selatan-Selatan meluas ke luar angkasa yang lebih jauh. [CGTN]