Beijing, Bharata Online - Ekspor otomotif Tiongkok diperkirakan akan melampaui 10 juta unit pada tahun 2026 seiring dengan terus meningkatnya volume ekspor, dengan kendaraan energi baru sebagai pendorong utamanya. Demikian menurut data terbaru yang dirilis oleh Asosiasi Produsen Otomotif Tiongkok (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM) pada hari Senin (12/10).
Data CAAM menunjukkan bahwa Tiongkok telah mengekspor 8,2 juta kendaraan selama periode Januari-September 2026, meningkat lebih dari 65 persen secara tahunan. Angka ini menempatkan total ekspor tahunan di jalur yang tepat untuk menembus angka 10 juta unit untuk pertama kalinya.
Pertumbuhan ini didukung oleh kinerja yang kuat dari sejumlah produsen otomotif dalam negeri. Chery Group mencatatkan total ekspor sebanyak 1,5 juta kendaraan dalam tiga kuartal pertama, meningkat 65 persen secara tahunan, sementara MG, merek asal Inggris yang berada di bawah naungan SAIC Motor, berhasil menjual lebih dari 280.000 unit di pasar Eropa pada periode yang sama, atau naik 23 persen.
Pada saat yang sama, jangkauan geografis ekspor otomotif Tiongkok terus meluas, dengan Eropa, Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Timur Tengah sebagai pasar tujuan utama.
Di balik angka-angka tersebut, kendaraan energi baru muncul sebagai mesin utama pertumbuhan ekspor.
Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, Tiongkok mengekspor lebih dari empat juta kendaraan energi baru, meningkat 1,3 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sejak bulan Juni 2026, pangsa kendaraan energi baru dalam total ekspor otomotif telah melampaui 50 persen selama empat bulan berturut-turut.
Para pengamat industri mencatat bahwa peningkatan pesat ini mencerminkan bagaimana produsen otomotif Tiongkok memanfaatkan keunggulan mereka dalam teknologi elektrifikasi dan teknologi cerdas.
Liu Yan, Wakil Sekretaris Jenderal CAAM, menyatakan bahwa lonjakan ekspor ini mencerminkan pergeseran mendasar dalam sumber daya saing otomotif Tiongkok.
"Daya saing global industri otomotif Tiongkok telah berevolusi dari sekadar efisiensi biaya menjadi daya saing sistemik yang berpusat pada energi baru. Hal ini tidak hanya memberikan momentum baru bagi pembangunan hijau dan rendah karbon secara global, tetapi juga mengamankan keunggulan kompetitif jangka panjang yang baru bagi produsen otomotif Tiongkok," ujarnya.